Wisdom of Maiyah (221)

Tujuh Fuqon Maiyah

1. Komunikasi dua arah

Menurut penulis komunikasi yang terjadi bersifat timbal balik antara komunikator dan komunikan. Dalam proses komunikasi ini, komunikan diberi kesempatan untuk menanggapi atau memberi respons kepada komunikator.

2. Dialog sanepa/ungkapan (Higher logic)

Di Maiyah umumnya pembicara menggunakan ungkapan yang berfungsi sebagai perumpamaan, mempunyai arti meninggikan atau merendahkan sesuatu yang maksudnya adalah kebalikan dari sebenarnya.Secara sederhana, sanepa ini merupakan sindiran terhadap perilaku, keadaan, atau apapun.Tetapi di Maiyah, sindiran yang dimaksud tidaklah bermaksud serius maupun mengolok-olok, tetapi hanya berupa nasihat halus, sehingga orang yang disindir dapat menjadi lebih baik lagi dan bagi pendengar lebih mudah menangkap makna dari isi yang dibicarakan.

3. Berbagi makna

Berbagi makna di dalam masyarakat Maiyah sangat sering penulis jumpai, karena kemudahan akses jamaah terhadap ungkapan atau narasi sanepa yang sering dibawakan komunikator. Jadi, penulis di sini beranggapan ini adalah salah satu indikator dalam mudahnya berbagi makna dalam masyarakat Maiyah.

4. Menerima perbedaan

Masyarakat maiyah terdiri dari berbagi macam warna atau elemen karakter maupun kepribadian, masing-masing dari mereka bahkan ada yang sama sekali berbeda dalam melihat peristiwa dalam kehidupannya. Penulis di sini beranggapan bahwa mudahnya masyarakat Maiyah dalam menerima perbedaan itu dikarenakan mereka dengan mudah dapat mengakses makna yang dia serap dari segala pristiwa yang terjadi.

5. Selalu mencoba mengerti manusia bukan siapa dia, tapi apa yang dia ungkapkan

Menurut penulis salah satu fundamental berpikir maiyah ialah mencoba selalu memanusikan manusia dangan merekam segala pristiwa yang mereka alami sendiri dan memetik buah nilai dari segala proses yang mereka lalui.

6. Selalu melatih diri menjadi wadah bahkan menjadi ruang

Dalam prospektif penulis berpikir Maiyah tidak menaruh diri di sebuah padatan melainkan struktur abstrak yang menjadi alat cara melihat pristiwa sehingga dapat dikatakan ruanglah yang cocok untuk mendefinisikan cara berpikir masyarakat Maiyah.

7. Selalu mengutamakan cinta kasih

Cinta kasih bagi penulis merupakan unsur terpenting dalam peristiwa komunikasi di elemen masyarakat Maiyah sehingga benturan apapun yang masyarakat maiyah hadapi dapat dengan sendirinya terurai dengan cinta dan kasih itu sendiri