Tashlihul Hayat, Kesungguh-sungguhan Maiyah

Mocopat Syafaat 17 September 2022

Sesuatu yang dimaksud Mbah Nun adalah pasangan kesungguh-sungguhan ini adalah hasil berupa jalan keluar, tercapainya harapan dan keinginan, dan yang sejenis. Setiap melakukan kesungguhan (kebaikan), kita berada dalam logika untuk mendapatkan itu semua. Salah satu seperti dinyatakan Allah dalam surat at-Talaq ayat 2-3. Malam itu, Mbah Nun meminta semua jamaah wajib menghafalkan dua ayat ini. Apakah kita sedang menuntut atau menagih janji Allah?

Foto: Adin (Dok. Progress)

Tidak. Menurut Mbah Nun kita tidak sedang menagih atau menuntut Allah untuk memenuhi janji-Nya, tetapi agar kita dalam melakukan kebaikan dan kesungguhan disertai dengan sikap khusnudldlon kepada Allah. Khusnudldlon berbeda dengan ‘yakin’ di mana kadang yakin sudah hampir mendekati “ngarani” berkaitan dengan hasil yang kita ingin Allah mengabulkan. Sementara, Khusnudldlon tidak seperti itu. Barangkali ia adalah kondisi di mana tidak sedikit pun prasangka buruk atau kekhawatiran kepada Allah menyangkut janji-Nya berada di dalam hati kita. Maka, Mbah Nun berpesan, “Carilah mental khusnudldlon di dalam dirimu, dan iman Anda pertahankan dalam keadaan apa saja.”

Menemani Mbah Nun di panggung ada Pak Prabowo, salah seorang staf di KBRI Maroko, ada Mas Ahmad Karim yang sedang studi S3 di Belanda dengan Disertasi tentang Negeri Maiyah, ada Mas Janis Langgabarana PSHT Bantul, ada Pak Mustofa W Hasyim, dan ada teman-teman Nahdlatul Muhammadiyin yang pada segmen awal mengajak berdiskusi teman-teman jamaah mengenai keshalehan.

Mbah Nun meminta Pak Prabowo berbagi cerita dengan jamaah. Beliau sudah 25 tahun bekerja di Maroko. Di KBRI, beliau mendapat tugas sebagai konsuler atau pelayan sosial budaya, salah satunya, bertugas mengurusi mahasiswa Indonesia di Maroko. Malam itu beliau ajak juga salah seorang mahasiswa yang pernah menjadi ketua PPI di sana. Pada 2013 ketika Mbah Nun dan KiaiKanjeng pentas di Maroko, Pak Prabowo salah satu orang Indonesia yang sangat baik membantu dan melayani Mbah Nun dan KiaiKanjeng.

Bagi Pak Prabowo, KiaiKanjeng adalah grup yang tiada duanya. Mumpuni dan tidak cengeng. “Saya sungguh-sungguh ngancani. Apa yang beliau dan KiaiKanjeng butuhkan harus saya layani. Rakyat Maroko sangat senang dan luar biasa sambutannya,” kata Pak Prabowo mengingat saat 2013 Mbah Nun dan KiaiKanjeng hadir di Maroko. Pak Prabowo berpesan kepada semua jamaah, “Mbah Nun dan KiaiKanjeng itu mempersatukan. Ikutilah Maiyah di manapun kalian berada.”

Catatan perjalanan Mbah Nun dan KiaiKanjeng saat pementasan di Maroko pada 2013 dapat dibaca melalui LINK ini.

Mas Karim juga diberi kesempatan untuk bercerita. Salah satu yang dapat kita catat adalah pengamatannya tentang Indonesia dan Eropa. Ini sekaligus merespons apa yang disampaikan Mbah Nun mengenai kesungguh-sungguhan Maiyah. Menurut Mas Karim, di Eropa negara yang mengurusi dan memikirkan rakyat dengan sungguh-sungguh. Dan ini didukung kuat dengan konstitusinya. Sementara, di Indonesia, rakyatnyalah yang memikirkan negaranya. Tentu tidak hanya rakyat di Maiyah yang memikirkan Indonesia, tetapi menurut Mas Karim di Maiyah sangat menonjol dan kuat memikirkannya. Yang paling mudah, kata ‘Indonesia’ adalah kata yang paling disebut. Itu sebuah tanda bahwa Maiyah sungguh-sungguh memikirkan Indonesia.

Tentang kesungguh-sungguhan ini, Mbah Nun juga mempertegas konstruksi berpikir kita bahwa dengan kita ingat bahwa kesungguh-sungguhan (tashlihul hayat) berpasangan dengan janji Allah untuk memberikan di antaranya jalan keluar, tercapainya harapan, dan kabulnya doa-doa, sesungguhnya dengan menyadari kesungguh-sunggugan itu kita sedang menabung posisi ber-hak atas dipenuhinya janji Allah tersebut, yang selanjutnya dilanjut dengan sikap khusnudldlon kepada Allah. Rasanya, sesudah kita diteguhkan oleh Mbah Nun untuk khusnudldlon, pulang dari Mocopat Syafaat pun akan diliputi pandangan yang positif kepada kehidupan yang kita jalani. Seperti dirasakan Kakak kita dari Kalimantan Timur tadi, pulang dari Mocopat Syafaat menuju rumah kita masing-masing dengan diliputi luapan rasa bahagia. (caknun.com)