Takhayul Konsumtivisme

Program-program pembangunan kita memacu takhayul: mengetalasekan beribu-ribu jenis konsumsi yang tak sejati, yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan oleh konsumen.

Iklan-iklan industri adalah kendaraan budaya yang mengangkut jutaan manusia dari terminal kebutuhan ke terminal nafsu, dari kesejatian dan kepalsuan. Mereka dicetak untuk merasa rendah atau bahkan merasa tak ada, apabila tidak memiliki celana model ini dan kosmetik model itu. Merek-merek dagang adalah strata takhayul dan klenik. Para pasien di rumah sakit budaya tinggi, budaya gengsi, budaya kelas priayi, menyerbu warung-warung status modernitas bukan untuk membeli barang, melainkan membeli anggapan-anggapan tentang barang.

Salah satu wajah dunia industri modern adalah takhayul konsumtivisme, yang menjadi sumber bidang persaingan ekonomi, pergaulan kekuasaan politik, hingga penyelewengan hukum.