Surabaya

tukang becakku mengajak bercanda
sopir bemo dan pedagang kaki lima
selalu mengajakku tertawa
orang-orang di sepanjang jalan
santai terhadap penderitaan
hingga tak terasa menekan

tukang becakku berkata:
ayo Tuhan, hembuskan angin!
deraskan angin!
supaya berat langkahku
supaya mengeras ototku

penderitaan hanyalah warna kulit
jika nyawamu adalah keridlaan
maka ia menjadi keasyikan.
ah, surabaya yang panasmu nyaman
engkau istirahkan aku dari kecengengan
dan amarah terhadap kehidupan

Surabaya 77