CakNun.com

Nashron ‘Azizan

Sinau Bareng di GOR Lembu Peteng Tulungagung, Minggu 20 November 2022, dalam rangka HUT ke-105 RSUD dr. Iskak Tulungagung dan HUT Tulungagung ke-817

Pengantar

(Seperti pada Sinau Bareng sebelum-sebelumnya, Dramatic Reading ditampilkan untuk merespons tema Sinau Bareng. Untuk HUT Tulungagung ke-817 naskah ini mengajak masyarakat ingat bahwa dalam khasanah al-Qur’an, Tulungagung berarti Nashron Aziza yang berarti Pertolongan Agung.

Untuk tema membangun Masyarakat Baldatun thayyibatun wa robbun Ghofur, dramatic reading KiaiKanjeng mengajak jamaah belajar pengelolaan masyarakat atau daerah kepada Tulungagung yang memiliki contoh sangat bagus pada inovasi RSUD dr. Iskak dalam melayani kebutuhan kesahatan masyarakat sekaligus sebagai kumparan bagi pembangunan daerah di Tulungagung. Juga terdapat pesan penting di akhir dramatic reading tentang bagaimana memilih pemimpin.)

Nashron ‘Azizan

Sinau Bareng HUT ke-105 RSUD dr. Iskak Tulungagung dan HUT Tulungagung ke-817 di GOR Lembu Peteng Tulungagung.
Foto: Adin (Dok Progress).

DIAWALI DENGAN QIRO’AH BERSAMBUNG IMAM, NIA DAN FAQIH ATAU YULI ATAU SIAPAPUN KEPUTUSAN KK >> MEMBACAKAN SURAT AL-FATH 1-5

BUYUT IRODAT
Weelaaa putu-putuku jebul pinter ngaji, tur qiro’ah. Apa kalian sejak kecil diwulang, diajari dan dilatih mengaji seperti itu oleh Mbah Geol kalian ini?

NIA
Mbah Geol tidak langsung mulang ngaji, tapi membiasakan anak-anak dan cucu-cucunya untuk dekat dengan Al-Qur`an.

YULI
Buku pertama yang diperkenalkan kepada kami adalah Turutan yang kumpulan Surat-surat Juz 30.

IMAM
Samar-samar ada ingatan di pikiran saya bahwa dulu ketika balita, Mbah Geol nggendong dan momong saya sambil rengeng-rengeng ngaji.

DONI
Lha kok kalau ke saya Mbah Geol malah sering muruki nyanyi atau nembang yang saru-saru….

BUYUT IRODAT
Saru-saru piye Le maksudmu?

DONI
Lho kalau Mbah Geol momong saya, seingat saya malah sering rengeng-rengeng yang kalimatnya sing ora-ora….

BUYUT IRODAT
Sing ora-ora piye

DONI

DONI MEMBERI CONTAH SEKITAR AYO NGISING DAN DEMAK IJO

BUYUT IRODAT
Nek kuwi jaman mbiyen pancen viral Le….

IMAM
O ya ya saya ingat. Mbah Geol rasanya pernah seakan-akan mengajari ngaji ke saya, tapi kata-katanya aneh….

BUYUT IRODAT
Opo meneh kuwi

IMAM
Misalnya gini: “Pang poh jarot tak balang rutuho…. Kuntul ngik ngik tak balang maburo….”

FAQIH
Shodaqallahul ‘adhim….

BUYUT IRODAT
Bener kuwi. Dipungkasi wae. Shadaqallahul ‘adhim. Sing nakal-nakal ojo diterusno. Kabeh wulangan kuwi, seko Mbahmu, Bapak Ibumu opo seko Guru-Gurumu ning Sekolah – kalian semua harus pandai-pandai menyaring. Memfilter. Bahkan sinau nyaring itu jauh lebih penting. Itulah ilmu yang utama. Bisa malah lebih penting dibanding bahan-bahan pelajarannya.

SEMUA
Sendiko Buyut Irodat

BUYUT IRODAT
Jangan asal diajarkan oleh siapapun, orang tuamu atau Guru langsung kalian telan. Jangan Kiai ngomong kalian langsung untal. Kudu pinter nyaring. Harus sinau mempertimbangtkan apa saja dalam kehidupan.

SEMUA

Sami’na wa atho’na Buyut

BUYUT IRODAT
Meskipun Bapak Ibu, meskipun Guru, Dosen, Profesor, Doktor, Kiai, Ustadz, Ulama…. mereka semua tidak pasti benar. Yang mutlak benar itu hanya Allah dan Kanjeng Nabi.

DONI
Saya sering ngomong gitu juga kepada saudara-saudara saya ini, Buyut. Saya sendiri kalau Mbah Geol rengeng-rengeng saru, saya tidak langsung menirukan. Tapi saya bertanya dulu, kalau perlu saya bantah. Makanya Mbah Geol itu kalau sama saya agak kurang sayang.

Lainnya

Cak Nun Mewedar Sangkan Paraning Dumadi

Cak Nun Mewedar Sangkan Paraning Dumadi

“Setiap tetes air dari Allah yang menimpa rambutmu, kepalamu, keningmu, wajahmu, badanmu, dan bajumu, mudah-mudahan merupakan datangnya rezeki Allah kepadamu.