Wisdom of Maiyah (225)

Menjalankan Misinya Kanjeng Nabi

Dengan Maiyahan saya mendapatkan pengeatahuan dan ilmu yang dapat terkomphensifkan, terlebih beberapa kali bahkan dapat teraplikasikan dalam pekerjaan pada saat timing yang memang diperlukan bersikap sebagai manusia yang punya naluri bawaan seperti rasa keadilan, rasa melindungi, empati, bahkan berani mengatakan yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil tapi dengan bahasa yang tidak menimbulkan persepsi yang macam-macam.

Sebagai seorang yang awam saya meminjam istilah taqlid, dengan keterbatasan saya mencoba berpendapat bahwa Maiyah taqlid dengan misinya Rasulullah Kanjeng Nabi Muhammad. Bahwa diutusnya Beliau tidak lain dan tidak bukan untuk memperbaiki akhlak, dan saya berpendapat bahwa Maiyah telah melakukan misi itu secara konsisten karena maiyah itu bukan bentuk, lembaga, badan, organisasi, ormas, namun jiwa bahkan ruh yang bisa menggerakkan jasad-jasad manusia untuk melakukan kebaikan, tindakan yang bermoral, perbuatan yang tidak merugikan manusia lain, menegakkan keadilan, membuat suasana nyaman aman, mencintai semua makhluk-Nya, membaur dengan sesama, bahkan menjaga lingkungan serta dunia seisinya.