Makan Yang Sejati

Jika orang menjalankan puasa dengan pengetahuan, ilmu, cinta, dan ketakwaan, ia akan terlatih untuk bertahan pada “makan yang sejati”. Yakni, terlatih untuk mengambil jarak dari nafsu. Terlatih untuk tidak melakukan penumpukan kuasa dan milik, tidak melakukan monopoli, ketidakadilan, serta penindasan, karena telah diketahui dan dialaminya, bahwa itu semua adalah “makanan palsu”.

Ilustrasi: Jamal Jufree