Wisdom of Maiyah (162)

Maiyah: Kematangan dan Keunikan

Dua puluh tahun lalu kata “Maiyah” mulai dipakai dan menandaskan fase kematangan perjalanan panjang Mbah Nun. Ia adalah sublimasi derap langkah Mbah Nun dan anak-anak sejarahnya dalam mengembarai belantara kehidupan. Tak sekadar sublimasi bahkan ia adalah kristalisasi, yang tingkat kepejalannya tak cukup diraba. Ia multidimensi, mulai dari seni, pergerakan sosial, penempaan ruhani, pengelolaan ekonomi, bahkan hingga asah intelektualitas.

Dan ya… Islam. Sulit memisahkan nafas pergerakan ini dengan Islam. Bahkan ia juga adalah representasi unik dari praktik berislam. Yang tak selalu terbalut simbol-simbol, tak semata debat soal fatwa, tak melulu ritual, bahkan sekadar berkumpul untuk menemukan kegembiraan adalah bagian dari wujud menikmati keindahan Islam.

Dan memang unik. Maiyah menggagas sikap paling radikal sekaligus memancing berpikir paling liberal. Ia menawarkan perubahan sekaligus merawat keajegan. Mengajak merenung ke tingkat sakral, tanpa melupakan pentingnya pekerjaan-pekerjaan paling kasar. Mengusung gagasan-gagasan baru, sekaligus mempertahankan kekayaan khasanah lama.