Wisdom of Maiyah (215)

Maiyah itu Ternyata “Qidam”

Sebagai anak yang terombang-ambing kehidupannya, menclok sana menclok sini. Seperti anak burung yang baru mencoba sayapnya, dan mengira bahwa terbang dari ranting satu ke yang lain itu merupakan pencapaian kedewasaannya. Sayang anak burung waktu itu belum memahami bahwa gepak sayapnyalah yang menjadikannya sebagai burung.

Tahun 2018 memang belum lama, karena ternyata Maiyah sudah “qidam”. Entah perasaan “sirr” apa yang membawa saya naik panggung dengan membawa pertanyaan sekolah, tapi tetiba di depan Mbah Nun, hati dan pikiran saya seketika kosong. Hanya tertinggal “Apa itu Maiyah?”.

Di atas panggung yang dingin saya mencoba googling “Maiyah adalah”, pada teman yang sudah mengikuti Maiyah sejak lama yang kebetulan berada di samping saya juga menjawab pertanyaan di hati saya. Namun, belum juga membawa saya lebih jelas tentang Maiyah. Dan alhamdulillah Allah membukakan pintu rumah Maiyah, Allah pula yang menjelaskannya sendiri. Ya, pintu itu terbuat dari kebijaksanaan, di dalamnya kutemui kesejukan cinta yang kurindu sejak dahulu. Rindu yang Qidam.