Wisdom of Maiyah (220)

Lebih Enteng, Ikhlas, dan Tidak Rewel

Saya mengenal Maiyah berawal dari kesedihan saya sewaktu ditinggal rabi kekasih saya, agak miris memang. Akan tetapi berawal dari kesedihan itu saya justru sangat bersyukur dapat bertemu dengan Mbah Nun dan Maiyah yang membuat hidup saya jauh lebih baik dari sebelumnya.

Berbicara tentang manfaat Maiyah bagi pribadi saya sangat tak terbatas, namun saya akan mencoba untuk spill beberapa manfaat Maiyah dan juga pengalaman dalam hidup saya. Yang pertama, Maiyah selalu mengedepankan, melatih, dan menjaga kebijaksanaan.

Berkaca dari analogi yang dipakai Mbah Nun “kalau kita di persimpangan jalan dan lampu menunjukkan warna kuning, itu sudah kuning atau masih kuning?”. Dari dua kata “sudah” dan “masih” saja sudah dapat memberikan pengartian, sikap, dan tindakan yang jauh berbeda, juga dapat kita bayangkan akibat dari pengambilan sikap tersebut.

Dari analogi itu juga dapat kita gunakan dalam konteks lain yang membutuhkan kebijaksanaan diri kita. Yang kedua, Maiyah membuat saya menjadi lebih berani dan mempunyai ketangguhan mental dalam menghadapi segala situasi yang terjadi dalam hidup saya, meskipun kadang diwarnai dengan misuh.

Selanjutnya, Maiyah membuat saya menjadi “gila”. Apabila ke ladang saya selalu menyapa tanaman-tanaman yang ada. Saya mengucapkan salam kepada tanaman, saya mengajak mereka berdo’a dan bershalawat. Pernah pada suatu hari saya ke ladang. Saya merasa sedang dalam acara sinau bareng, bak para vokalis KiaiKanjeng, saya mengajak tanaman untuk membagi menjadi 3 kelompok di mana masing-masing kelompok akan menyanyikan penggalan lirik shalawat secara bergantian.

Kelompok A menyanyikan “Alhamdulillah”, kelompok B “Wasyukrulillah”, dan kelompok terakhir melantunkan “Azka sholati wa salamii li rasulillah”. Kadang saya berpikir pada saat saya melakukan hal tersebut dan diketahui oleh orang lain mungkin saya sudah dicap ”gila”. Namun saya sangat yakin bahwa memang orang-orang Maiyah mempunyai software yang berbeda dengan software mainstream. Di samping itu juga toh saya merasa bahagia, merasa lebih dekat dengan Allah, dan saya selalu ingat kata Mbah Nun bahwa tanaman pohon dan sebagainya pun juga beribadah dan dzikir kepada Allah.

Kembali ke poin manfaat Maiyah bagi pribadi saya, secara garis besar Maiyah membuat hidup saya lebih enteng, ikhlas, dan tidak rewel. Saya merasa urusan-urusan saya lebih mudah untuk dilewati. Saya sendiri tidak tahu apakah Allah memudahkan situasi dan problematika yang saya hadapi, ataukah Allah meningkatkan software dalam diri saya. Satu hal yang pasti itu semua datangnya dari Allah.