Kegembiraan Untuk Meneruskan Tradisi Kebrahmanaan

Avatar

Maiyah membangun dan meneruskan tradisi Brahmana dari para leluhur bangsa Nusantara yang mengutamakan nilai-nilai kerohanian dan spiritualitas. Tetapi, cara Maiyah dalam meneruskan kebrahmanaan tersebut berlangsung secara khas Maiyah, di antaranya melalui Sinau Bareng.

Semalam (31/7/22), tradisi kebrahmanaan itu berlangsung di desa Toyomarto Singosari Kabupaten Malang bertempat di depan Masjid Sabilul Muhtadin. Mbah Nun memadukan dan mengarahkan semua unsur dan dimensi menuju spiritualitas.

Membaca kalimah thayyibah bersama, mengurai ilmu-ilmu hakikat, berinteraksi dengan anak-anak cucu, mengingatkan pentingnya visi hidup bangsa ke masa depan, berdialog dengan narasumber, bergembira dengan menikmati suara Sinden Niken Salindri, memberi kesempatan Dalang Ki Ardi dari Lesbumi NU mengurai siapa Puntadewa dalam dunia pewayangan serta membawakan Bowo, menyimak pesan-pesan sejuk Pak Sanusi Bupati Kabupaten Malang, dan asiknya lagi teman-teman juga bisa bercengkerama kembali dengan Mirel, salah seorang sahabat Jamaah Maiyah Malang yang saat Sinau Bareng di Desa Sumber Brantas Batu Aji Malang Oktober 2019 lalu menjadi si bintang lingkungan hidup.

Yuk kita nikmati foto-foto yang memancarkan kegembiraan dan kebersamaan dari Sinau Bareng tadi malam di desa Toyomarto Singosari Malang. Juga seperti dilaporkan teman-teman panitia, kebersamaan itu tak hanya berlangsung di panggung dan jamaah yang pandangan matanya bisa menjangkau langsung panggung, tetapi dengan jamaah di tempat-tempat yang agak jauh berkisar dua kilometer di mana sangat banyak pula para pedagang yang ikut Sinau Bareng dan memetik berkah. Di sejumlah titik dipasang layar agar mereka yang tak kebagian tempat di area depan bisa menikmati dengan enjoy juga. (caknun.com)

Foto: Adin (Dok. Progress)
Lokasi: Singosari, Malang, Jatim