Do’a

Dimuat pada rubrik Sabana pada Koran Pelopor Jogja pada tahun 1969. Dokumentasi Perpustakaan EAN Rumah Maiyah Kadipiro Yogyakarta.

sebab hanja bernama sepi, Tuhan
kelezatan hidup disini. Sementara kesedjatianpun
tampak lari mendjauhi keindahan demi keindahan
dan adalah tjuma Engkau jang maha tahu, Tuhan
gaung-gaung jang tersendu
di hati

1969.