Wisdom of Maiyah (159)

Doa Tahlukah dan Diri Sendiri

Para jamaah Maiyah tentu masih ingat, 2013 lalu Mbah Nun, Alm. Syaikh Nursamad Kamba dan Mbah Fuad merilis Doa Tahlukah. Kala itu, Mbah Nun menuturkan bahwa ini adalah doa untuk memohon agar Allah memberikan hal sepadan kepada siapapun yang berbuat kerusakan dalam kehidupan manusia.

Namun dengan segala hormat dan lemahnya pengetahuan saya, justru apa yang saya rasakan agak berbeda dengan hal tersebut. Bagi saya Tahlukah adalah semacam rangkaian doa dan wirid untuk “bersih-bersih”. Maksudnya apa? Sebelum engkau memohon Allah untuk membalas hal yang sepadan kepada individu atau kelompok yang kita yakini sebagai sumber kerusakan, Allah akan terlebih dulu “membersihkan” ruhani kita. Entah melalui sebuah peristiwa yang membuatmu bungah atau justru sebaliknya malah kamu frustrasi namun justru di situlah Allah hadir menuntun kamu, atau apapun saja.

Bisa jadi Allah melalui Mbah Nun sedang mengajarkan kita (khususnya saya) tentang “aja padha nyacat liyan, ngilo githok’e dhewe” jangan suka mencela orang lain, berkacalah pada tengkukmu sendiri.

Sering kita menganggap orang lain berbuat kerusakan dan kedhaliman, padahal justru kita sendiri sering melakukan kedhaliman-kedhaliman yang tanpa kita sadari juga berbuah kerusakan bagi orang-orang di sekitar kita.