Buku “Gelombang Maiyah” dan Lagu “Cahayaku”

Pada 27 Mei 2022 tahun ini, Mbah Nun akan menempuh usia 69 tahun. Sebagai rasa syukur dan doa, segenap pengiat Gambang Syafaat telah menyiapkan kado berupa buku dan lagu. Buku ditulis oleh Muhajir Arrosyid berjudul “Gelombang Maiyah; Cak Nun, budaya dan Kebertuhanan” dan single lagu berjudul “Cahayaku” digubah oleh Wakijo Lan Sedulur (WLS). Buku dan lagu itu memang sudah disiapkan jauh-jauh hari dan akan di-launching di Gambang Syafaat pada 25 Mei 2022.

Buku ini telah dikerjakan secara kerjasama oleh berbagai pihak. Diterbitkan oleh penerbit buku Beruang, sedangkan cover diambil dari foto karya Denny Lensa pada acara Benawa Sekar, dan diolah oleh seniman Tri Setyawan. Gambar pada cover buku juga akan dicetak dan dijadikan bonus bagi 50 pemesan pertama.

Muhajir Arrosyid, penulis buku ini, adalah penggiat Gambang Syafaat dan Maiyah Kalijagan Demak. Proses penulisan buku ini adalah dengan menyimak, melihat, dan mencatat atas forum maiyahan baik secara langsung maupun melalui dokumentasi video kemudian diklasifikasikan.

“Catatan ini pada mulanya saya maksudkan untuk diri saya sendiri agar saya tidak mudah lupa tentang apa yang pernah saya dengar dari Mbah Nun terutama, sebagian Mbah Fuad, Syaikh Kamba, juga Mas Sabrang. Lalu saya berpikir untuk menerbitkannya menjadi buku kalau mungkin juga bisa bermanfaat di masa yang akan datang.

Dokumentasi berupa video tentang Sinau Bareng dan Mbah Nun teramat banyak. Selain yang resmi dari caknun.com juga dari akun-akun yang lain. Tetapi menurut saya dokumentasi berupa tulisan tetap penting karena lebih mudah dibaca lagi dan dikutip jika mungkin diperlukan untuk keperluan akademik. Minimalnya, buku ini bisa melengkapi referensi tentang Maiyah yang terlebih dahulu ada.”

Tema-tema dalam forum maiyah itu dicatat kemudian diklasifikasikan menjadi empat bab. Bab pertama buku ini berjudul “Panggung Maiyah” membahas tentang apa itu maiyah. Data diambil secara objektif dari apa yang terkatakan maupun apa yang terlihat dari forum Maiyahan. Bab kedua buku berjudul persinggungan budaya dan agama. Topik ini sering dibahas dalam forum maiyah merespons masyarakat yang juga sering mendebatkan bahkan mempertentangkan antara agama dan budaya. Bab ini juga menyuguhkan kekayaan budaya kita yang membuat kita pantas berbangga. Bab ketiga buku ini berjudul “Mentalitas”. Bab ini membahas tentang masukan, kritik terhadap mentalitas kita. Korupsi, kepercayaan diri, dan kedaulatan adalah bahasan bab ini. Bab keempat berjudul “Diri dan Tuhan”. Bab ini membahas tentang hubungan kita dengan Tuhan.

Buku ini bisa dipesan melalui IG Gambang Syafaat atau datang langsung di acara Gambang Syafaat bulan ini.