CakNun.com

Blauran, Surabaya

Dari kumpulan puisi Sajak-Sajak Sepanjang Jalan

di atas kepala orang-orang yang lalu lalang, di atas kendaraan-
kendaraan, pohon-pohon, sawah ladang, di atas toko-toko dan
rumah-rumah, perabot-perabot, tiang listrik, lampu-lampu, mata
uang di sakumu, di atas sebatang rokok yang terjepit di jariku.
selalu nampak olehku ada tali panjang yang pangkalnya di
belakang langit

tangan-tangan Tuhan yang jumlahnya tak terhingga, memegang
dan mengendalikan tali-tali itu satu per satu

adegan-adegan kehidupan, peristiwa-peristiwa pergaulan,
komposisi nasib dan sirkulasi rezeki, semua bergantung di tali-tali

apakah kamu takut bergerak supaya lehermu tak tercekik dan
teriris luka? sebenarnya hanya soal kesetiaan pada tali-tali dan
bagaimana peka terhadap gelagatnya. Mengapa begitu percaya
pada matematika, sedang leher kita yang ringkih bisa hari ini
diterkam ajal tiba

Surabaya 77

Lainnya

48

48

Tuhanku
kami hidup untuk menumpuk angka
memimpikan jumlah dan nama-nama
sedangkan satu, Satu
(yang ...

63

63
27

27

Tuhanku
bagaimanapun
tetap ada bayangan
Satu
menyeret langkahku
hari demi hari
tahun demi tahun...

77

77

47

47