Belajar Untuk (Selalu) Sehat (1)

Setiap kali ketemu penyakit atau setiap kali menyebut diagnosis sebuah penyakit, saya akan selalu ditanya, “apa sebabnya penyakit ini?”

Photo by Jimmy Chan

Satu dua penyakit bisa saya jawab. Misalnya kalau penyakit typhus, sebabnya adalah sebuah jasad renik golongan bakteri yang bernama salmonella typhi. Golongan salmonella ini pun masih dibagi lagi menjadi beberapa sub. Salmonella Typhi A, B, C, D atau yang E demikian pula ada Salmonella Paratyphi dengan sub grupnya.

Kemudian timbul pertanyaan berikutnya, mengapa si salmonella ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia? Kemudian dia menyerang apa? Di bagian mana, dan apa yang ditimbulkannya? Apa efeknya? Bagaimana penyembuhannya? Dan seterusnya.

Si Salmonella ini masuk ke tubuh melalui mulut! Apakah lewat makanan yang terkontaminasi, apakah tangan kita yang kotor dan terkontaminasi, ataukah alat makan kita yang terkontaminasi. Setelah masuk ke tubuh manusia si Salmonella akan berkembang di dalam darah dan menimbulkan berbagai efek. Inilah pentingnya menjaga kebersihan. Rasulullah Saw. bersabda “Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta’ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih.” (HR. Ath-Thabrani).

Demikian pula bila ketemu dengan kasus Demam Berdarah, sering disebut DB, atau DBD (demam berdarah dengue), maka peyebabnya adalah sebuah virus yang bernama virus Dengue (DEN). Nah virus ini pun masih dibagi menjadi beberapa sub, yaitu DEN-A, B, C maupun D. masing-masing virus berbeda dalam derajat kesakitannya.

Kemudian pertanyaan timbul lagi sebagaimana pertanyan yang meluncur pada si Salmonella tadi. Hanya saja yang ini, si dengue ini adalah virus, dan belum ada obatnya.

Si Virus ini ditularkan lewat gigitan nyamuk. Nah si Virus ini berdiam diri di dalam tubuh nyamuk, dan ketika nyamuk tadi menggigit manusia maka dia akan menularkan virus ini melalui gigitannya. Lalu pernahkah terpikirkan oleh kita, apakah si nyamuk juga sakit DB?

Apa yang bisa dilakukan oleh kalangan medis hanyalah mengatasi efek-efek yang timbul oleh ‘invasi’ dari si DEN tersebut. Nah si DEN ini menyerang sesuatu yang berkaitan dengan darah. Pembuluh darahnya diserang, keping darahnya kena imbasnya, sehingga si penderita akan mudah sekali terjadi perdarahan, dan juga si DEN ini menjamah sistem pembekuan darah kita.

Kalau pembekuan darah terganggu, keping-keping darah (trombosit) berkurang jumlahnya dan pembuluh darahnya rapuh, maka bisa dimengerti kalau penderita DB ini akan terjadi berbagai bentuk perdarahan, mulai dari mimisan, perdarahan gusi, perdarahan di bawah kulit yang berbentuk bintik-bintik, sampai pada perdarahan di perut dan yang lebih berbahaya adalah perdarahan di organ penting seperti otak. Perdarahan-perdarahan tersebut terjadi spontan.

Nah, yang bisa kita lakukan adalah mencoba membendung efek yang terjadi akibat tubuh ‘ketamuan’ virus dengue. Ada dua hal yang terjadi di sini. Pertama, adanya perdarahan, dan kedua, terjadinya kebocoran plasma. Kedua kondisi ini yang menyebabkan penyakit ini menjadi sangat serius dan mengancam jiwa.

Kita sebagai manusia bisa apa? Berusaha? Tentu. Menyiapkan pernik-pernik yang dibutuhkan dalam rangka mengatasi masalah yang diakibatkan oleh virus kecil ini. Sebuah makhluk yang paling kecil tapi paling cerdas!

Masih banyak penyakit yang ada di muka bumi ini, dan masih banyak pula yang belum kita ketahui baik penyebab maupun obatnya. Seperti yang sedang menjadi hits nya sekarang ini yaitu virus Corona!

Banyak penyakit, banyak sebabnya, dan banyak pula ketidaktahuan kita. Namun usaha yang kita lakukan agar tidak didatangi oleh penyakit adalah dengan mengetahui bagaimana penyakit itu bisa datang kepada tubuh manusia. Ada yang harus menjaga makanan dan minumnya (ini yang terbanyak menjadikan timbulnya penyakit), maka Allah mengingatkan manusia “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf [7]: 31). Ada pula yang harus menjaga lingkungan, menjaga kebersihan agar nyamuk tidak berkesempatan untuk berkembang biak dan menularkan virus yang dikandungnya.

Dan masih banyak cara atau upaya untuk menjaga tubuh ini. Nah ini untuk penyakit-penyakit yang sudah diketahui sebabnya. Lalu untuk penyakit yang belum diketahui sebabnya, bagaimana upaya kita?

Bagaimana pula dengan penyakit kanker?