CakNun.com

WHO, Pemerintah Dunia, dan Taqwa

Tentu saja dalam perspektif berpikir WHO, Kemenkes, Pemerintah seluruh negara-negara di dunia, tidak dikenal ada taqwa, tawakkal, hasbunallah, hifdhullah, istighatsah, atau shalat penangkal wabah. Bahkan tidak dikenal ada Tuhan dengan peran-Nya, ada Nabi, Agama, Malaikat atau Jin. Itu terlalu jauh di luar jangkauan pengetahuan Globalisasi.

Tentang hantu, demit atau prewangan saja mereka tidak punya pengetahuan. Dan kenyataan itu tidak salah bagi siapapun yang memang tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Juga tidak menjadi masalah bagi kita semua. Apalagi bagi setiap orang yang bertaqwa, ketergantungan kesehatan hidupnya tidak kepada WHO atau Pemerintah, melainkan kepada hulu hilir taqwa itu, yakni Allah Swt.

Lainnya

Daya Kreativitas Penafsir

Daya Kreativitas Penafsir

Tidak hadirnya agama dalam pranata sosial modern, tiada lain karena matinya daya kreativitas sang ...

Berjalan Menuju Muslim “Substantif”

Berjalan Menuju Muslim “Substantif”

Orang yang beragam Islam disebut muslim. Sebutan muslim atau orang Islam bisa jadi hanya bersifat “administratif”, dalam arti tercatat dan kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai muslim atau orang Islam, padahal dia belum mengenal substansi atau hakikat Islam.

Jati

Jati