Wisdom of Maiyah (129)

Semesta Maiyah, Mata Air Kasih Sayang Allah

Di tengah kebingungan memandang arus zaman: pertengkaran, saling berebut, materialisme, kekonyolan — diam-diam hati dan pikiran saya rewel, “Kok begini, ya? Bukankah seharusnya nggak begitu?”

Seharusnya malu, tapi bangga. Tidak pernah curiga sedang menempuh kehidupan, atau menuju kebinasaan.

Alhamdulillah, saya banyak-banyak mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas diperjalankannya hidup saya, dan diperkenankan memasuki Semesta Maiyah.

Dari Semesta Maiyah saya menempuh pembelajaran hidup, sekolah hidup. Di tengah zaman yang menjadikan sibuk untuk menjadi manusia perabot yang saling berebut tempat, saya diperkenankan untuk belajar tentang: manusia ruang yang menampung dan mengasuh, tentang keseimbangan, keadilan berpikir, kejujuran nilai, cahaya, kesejatian, dan masih banyak lagi yang tak bisa saya sebut.

Meskipun akan sangat semakin jelas hal itu akan menjadikan apa yang saya cita-citakan dalam hidup, ukuran kekaguman terhadap apa dan siapa dalam hidup — menjadi tidak sama dengan orang-orang hari ini. Menjadi sepi dalam keramaian.

Tetapi sangu yang saya bawa dari Semesta Maiyah juga bukan untuk berbenturan dengan siapapun. Karena Maiyah sendiri merupakan Mata Air Kasih Sayang Allah yang siapapun berhak merasakan walaupun sepercik — yang salah satu wujudnya adalah ke-pengasuhan, atau memaklumi/mengasihani yang tidak tahu.

Banyak hal yang saya terima, yang itu di luar dugaan saya. Atau kalau boleh saya sebut ajaib. Mana mungkin kalau bukan karena kedermawanan Allah dan diperjalankan oleh Allah.

Di tengah konsentrasi hidup orang-orang hari ini yang konsentrasinya hampir total kepada materialisme, mungkin cita-cita saya hanyalah sesuatu yang letaknya berada di pinggir.

Agenda hidup saya hari ini dan ke depan cukuplah bekerja keras dengan fadhillah yang Allah berikan, berusaha mematangkan diri saya, memantaskan diri saya sebelum Allah mempertemukan dengan jodoh saya. Sehingga kelak insya Allah saya diperkenankan membesarkan anak dan cucu dengan nilai-nilai yang saya harapkan output-nya tidak ikut menambah kerusakan di Bumi Tuhan. Alhamdulillah kalau bisa bermanfaat.

Lainnya