Wisdom of Maiyah (79)

Nandur, Berproses, Diperjalankan

Berangkat dari ajakan Simbah kepada anak cucu beliau dan juga merupakan bentuk perhatian yang luar biasa dari Simbah melihat potensi yang dimiliki anak cucunya. Simbah mengajak meluangkan waktu untuk menulis semampunya.

Dalam bermaiyah sering kita mendengar kata: Nandur, Berproses, dan Diperjalankan. Dari ketiga kata tersebut saya berusaha merangkai kata tersebut menjadi kalimat yang terjadi selama bermaiyah:

Nandur:  Fase pertama (2000 – 2005)  di mana saat itu saya masih menimba ilmu di sebuah pesantren di Jombang (11,2 Km) dengan Menturo, setiap Padhangmbulan digelar habis sholat maghrib “bertransportasikan sepeda pancal “ melewati jalan persawahan menuju lokasi Padhangmbulan digelar. Meskipun saat itu belum memahami apa yang disampaikan (pada akhirnya memahami kalo saat itu saya sudah bermaiyah), pedomannya saat itu yang saya pegang hanya  bisa bertemu dengan banyak orang dan saling seduluran dengan siapa saja yang hadir.

Berproses:  Fase kedua (2006 – 2016) kembali ke kampung halaman adalah sebuah beban yang sangat berat apalagi di sebuah kampung pedesaan dengan berbekal apa yang saya dapat dari pesantren (sebagi bentuk rasa rindu, dalam hal ini saya mencari info kapan ada sinau bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng digelar sebagai media refresing) , dalam kehidupan sehari-hari saya berusaha menikmati proses bermasyarakat, dengan segala keterbatasan dan ditambah dengan keberadaan keluarga (bapak)  yang mengalami gangguan penyakit jiwa. Beban pun sangat terasa berat, dengan berbekal keluasan cara pandang bagaimanpun keadaannya harus tetap saya jalani.

Diperjalankan : Fase ketiga (2017- sekarang) melalui tulisan (lebih tepatnya curhatan) pribadi yang saya kirimkan di redaksi caknun.com saya diperjalankan dipertemukan denga Lingkar Maiyah Gresik. Mulai saat itu hingga sekarang membuat kehidupan saya serasa bermakna, banyak sedulur yang saling mengutkan satu dengan yang lainnya sebagaimana atmosfer “paseduluran almutahabbina fillah” di Maiyah. Saya benar-benar diberi ruang dalam berekspresi sesuai dengan kemampuan saya.

Lainnya