(Sinau Puasa, bag. 5)

Mari Kita Lihat Model Buka Puasa Kita

Image by Eko Anug from Pixabay

Dan puasa bisa juga berperan dalam penambahan berat badan itu. Lhooo bagaimana ini?

Di negara kita, tidak sedikit orang yang sesudah menjalani puasa Ramadhan, bukan bertambah iman dan taqwanya, tetapi malah yang bertambah adalah berat badannya. Lha kok bisa?

Dalam salah satu kunjungan rutinnya ke tempat saya bekerja, mentor, guru serta sekaligus promotor saya, Prof. Veerman, yang asli orang Belanda, bertanya kepada saya, “Ed, kalau kamu berpuasa maka akhir puasa berat badanmu naik atau turun?”

“Ya tentu saja turun, Prof…,” jawab saya.

Tersenyumlah beliau.

“Lho memangnya kenapa, Prof?,” tanya saya.

“Kalau puasamu hanya menggeser waktu makan dan kurang aktivitas, percayalah berat badanmu pasti akan naik di akhir Ramadhan”.

Statemen yang selalu terngiang dalam benak saya, eh ternyata terbukti juga pada beberapa teman saya.

Sebut saja Agus, teman gowes yang sekarang hampir tak pernah gowes. Zaman sebelum pandemi ini dia sudah punya daftar buka puasa bersama mulai awal Ramadhan sampai akhir Ramadhan, mana yang sudah isi dan mana yang masih kosong.

Buka puasa bersama memang ada nilai plus dan minusnya. Saya sih akan menyoroti faktanya saja, tanpa harus men-judge apakah itu plus atau minus. Ada kumpul-kumpul, silaturrahim, ada pengajian, ada ‘ustadz’ yang memberi ceramah, dan tentu ada makan-makan yang (hampir pasti) jumlah den menu yang disajikan lebih dari menu sehari-hari.

Hampir tidak pernah saya dapati, pada sebuah acara buka bersama menu yang tersaji adalah nasi dengan sayur dan minumnya teh saja. Pasti menunya ada minum yang lebih istimewa dari hari-hari biasa, kemudian makan snack dulu satu atau dua macam, kemudian dilanjut dengan makan besar.

Apalagi kalau penyelenggaranya adalah instansi, institusi atau lembaga-lembaga baik swasta maupun pemerintah. Pasti menunya istimewa dengan mengundang catering yang tidaklah murah. Lalu dimana ‘puasa’nya? Pengeluaran keuangan dalam bulan itu pasti akan lebih banyak. Konsumsi listrik pasti akan naik. Dan berat badan pun akan terdorong naik kalau punya daftar buka bersama model si Agus tadi. Ketika akhir Ramadhan, saya bertanya kepada Agus,

“Berat badanmu naik berapa kg, Gus?’

“Lho kok tahu? Kelihatan ya?,” jawab Agus.

Coba kita tengok model buka puasa di masjid Nabawi, atau di Al Haram. Hanya seteguk dua teguk air teh dan beberapa biji kurma, dan sesudah itu sholat Maghrib berjamaah. Kita cari perbedaannya, kita renungkan, dan kemudian untuk kita maknai.

(bersambung)

Lainnya