Wisdom of Maiyah (94)

Maiyah dan Ujian Diri

Salah satu keistimewaan yang Allah anugerahkan kepada Maiyah adalah kesanggupan penghayatan bahwa tujuan utama kehidupan Jamaah Maiyah adalah untuk dan menuju Allah dan Rasulullah Muhammad Saw.

Selain itu, Jamaah Maiyah juga dititipi anugerah oleh Allah berupa kesiapannya menerima cahaya ilmu dan mengamalkannya pada momentum Allah menghendaki kegunaan ilmu itu.

Selama kurang lebih tujuh tahun menempuh jalan Maiyah, banyak hal yang saya alami dan pahami bahwa Allah sering kali memberi ujian-ujian yang jawabannya ada pada Maiyah. Atau bisa jadi setelah mengambil bekal pelajaran dari saya bermaiyah, Allah kemudian memberikan ujian-ujian agar ilmu-ilmu yang saya peroleh dari Maiyah benar-benar nancep pada sikap hidup yang saya jalani. Ujian itu berangsur datang. Menguji diri atas apa yang baru saja atau selama ini saya peroleh dari proses menjalani Thariqah Maiyah.

Setiap saya mendapatkan ilmu dari sumur Maiyah, baik itu dari acara-acara Maiyahan atau membaca tulisan-tulisan di caknun.com., setelahnya, Allah akan menggiring saya kepada sebuah masalah. Agar saya bertemu dan bisa menyelesaikan masalah itu dengan bekal ilmu-ilmu yang saya dapat dari sumur Maiyah tadi. Prosesnya pun bisa terbalik. Terkadang saya menempuh atas masalah-masalah yang kemudian kunci atas masalah-masalah itu saya temukan di sumur Maiyah. Begitulah Allah memperjalankan hambanya bukan hanya sekadar untuk memiliki ilmu, tetapi bagaimana agar ilmu itu tumancep pada diri seseorang.

Peristiwa-peristiwa itu saya sadari sejak saya menjalani Thariqah Maiyah. Sebuah thariqah yang bukan merupakan kumpulan untuk memperbesar jamaah, melainkan sebuah jalan pengupayaan untuk sinau bareng menemukan jawaban atas setiap masalah atau mempersiapkan diri untuk siap siaga, kalau sewaktu-waktu masalah-masalah itu mengepung dan menguji diri kita.

Lainnya