Kegiatan Rumah Maiyah Al-Manhal Malang

Dok. Al-Manhal

Rumah Belajar Al-Qur’an dan Bahasa Arab. Begitu tagline, yang disematkan untuk Rumah Maiyah Al-Manhal yang beralamat di Perumahan Landungsari Asri Blok D Nomor 77 Kota Malang ini. Rumah Maiyah Al-Manhal didirikan dan diasuh oleh Cak Fuad, Marja’ Maiyah. Sebagaimana tagline-nya, tujuan dan fokus utama kegiatan Rumah Maiyah Al-Manhal adalah pembelajaran Al-Qur’an dan Bahasa Arab.

Sebagai salah satu kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran Al-Qur’an, Rumah Maiyah Al-Manhal berbagi tadabbur Al-Qur’an oleh Cak Fuad. Teman-teman Jamaah Maiyah bisa mengikutinya melalui akun Instagram @rumah.almanhal. Di akun ini, sejak 6 Maret 2021, telah diunggah hasil tadabbur ayat Al-Qur’an oleh Cak Fuad tersebut.

Sementara itu, Ramadlan tahun lalu, Cak Fuad juga telah menaungi sebuah kelompok kajian Bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an secara “cuma-cuma”. SiBAQ. Sinau Bahasa Arab Qur’an. Begitu nama kelompok kajian tersebut. “Bahasa Arab di sini dikhususkan untuk bisa memudahkan kita memahami Al-Qur’an,” begitu kira-kira Cak Fuad menjelaskan saat itu.

Karena situasi pandemi Covid-19, metode tatap muka bergeser ke online. “Awalnya, kajian ini direncanakan tatap muka secara langsung. Akan tetapi, karena pandemi, akhirnya dilakukan secara online melalui grup WhatsApp,” terang Cak Fuad.

Saking banyaknya yang ingin belajar bersama SiBAQ, sehingga dibuatkanlah beberapa kloter kelas SiBAQ. Dan atas totalitas kesungguhan Cak Fuad dalam mendedikasikan diri beliau dalam pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an, kelas SiBAQ itu pun dibuat berkelanjutan. Dari yang awalnya kelas untuk pemula, dibuatkan juga untuk kelas lanjutan.

Dok. Al-Manhal

Cukup efektif pembelajaran di grup WA SiBAQ kala itu. Secara bergantian, Cak Fuad bersama Ustadz Muhaiban, rekan Cak Fuad mengajar Bahasa Arab di Universitas Negeri Malang (UM), menyampaikan materi di grup belajar WA. Materi yang disampaikan berupa video dan file pdf. Seusainya materi disampaikan, peserta diberikan tugas yang berkaitan dengan materi tersebut. Tugas-tugas tersebut dikirimkan ke grup dan diperiksa serta dikoreksi oleh beliau berdua bersama tim panitia SiBAQ. Ibu Udhiyah, istri Cak Fuad sekali waktu ikut mengoreksi tugas peserta. Mbak Ilah, putri Cak Fuad, sesekali melaporkan perkembangan peserta SiBAQ. Berapa peserta yang terdaftar, berapa yang aktif, sebagai bahan evaluasi bersama.

SiBAQ hanyalah satu dari beberapa kajian yang diampu oleh Cak Fuad. Selain itu, ada kajian bersama Nadya Spa Malang. Kajian yang sebelum pandemi dilaksanakan setiap hari Kamis sore di Nadya Spa itu, kini masih tetap berlanjut. Hanya berbeda media saja. Dari offline, beradaptasi menuju online. Majelis Ta’lim Al Mizan. Begitu majelis ini dinamakan.

Ada juga kajian bersama KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Universitas Negeri Malang. Kajian yang biasanya dilakukan setiap malam Sabtu ini bernamakan Jamaah Ngaji Amalan Hati UM.

Belum lama ini, bersama Jamaah Ngaji Amalan Hati KAHMI UM, Rumah Maiyah Al-Manhal mengadakan Bakti Sosial Ramadlan 1442 H. Berawal dari Jamaah Ngaji Amalan Hati KAHMI UM yang berinisiatif mengumpulkan apa yang mereka punya untuk didonasikan kepada yang membutuhkan, akhirnya pada 12 Ramadlan 1442 H lalu, yang bertepatan dengan hari Sabtu 24 April 2021, diadakanlah Bakti Sosial Ramadlan di Dusun Sumbersari, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Di sebuah dusun, di lereng Semeru, yang cukup jauh dari hiruk-pikuk kota Malang. Tidak perlu dicari di GPS, karena lokasi dusun ini tidak akan ditemukan di pencarian Google Maps.

“Kemarin bakti sosial yang kami adakan, alhamdulillah berjalan dengan baik. Jadi dua tempat. Di Malang, di tepi hutan, cukup jauh dari Malang (kota). Untuk penduduk satu dusun. Semua kebagian. Mulai dari setiap rumah ada paket sembako, kemudian setiap laki-laki dapat sarung, baju baru. Setiap ibu-ibu juga dapat baju. Anak-anak, semua itu dapat baju baru dan alat-alat sekolah. Jadi, mereka alhamdulillah tampak bahagia sekali,” Cak Fuad menceritakan pada suatu kesempatan Kajian Majelis Ta’lim Al-Mizan pekan depannya (29/04/2021).

Dok. Al-Manhal

Selain itu, diadakan juga lomba di TPQ di Menturo. Kurang lebih ada 80-an santri di sini. Kali ini, lombanya adalah tahfidz dan tafhim untuk anak-anak SMP dan dan kelas 5, 6 SD. Jadi, pada lomba ini, anak-anak tidak hanya belajar menghapal, tetapi juga belajar memahami ayat Al-Qur’an. Alhamdulillah, meskipun belum pernah ada pelajaran tafhim, tapi banyak yang bisa. Selain diberikan hadiah berupa uang untuk para juara, semua santri diberikan bingkisan peralatan sekolah. “Syukuran, tahadduts binni’mah, karena semua amanah telah berjalan dengan baik,” demikian Cak Fuad mengungkapkan.

Insya Allah program ini (Bakti Sosial) akan terus berlanjut. Setahun diadakan dua kali, pada bulan Ramadlan dan Muharram atau Maulud Nabi.

Selain itu, sejak menjelang dan selama bulan Ramadhan ini, bersama Cak Nun, Cak Fuad sedang menulis tadabbur ayat-ayat Al-Qur’an untuk menjadi bagian dari Mushaf Al-Qur’an dan Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Jika teman-teman bermaksud preorder Mushaf Al-Qur’an dan Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, bisa melalui LINK INI.

Preorder sudah dibuka dan pengiriman barang akan dilakukan pada awal Juli 2021.

Lainnya