Kegembiraan Wisuda SMK Global Menturo

Foto: Hariadi

Sabtu, 22 Mei 2021, SMK Global Menturo Sumobito Jombang menyelenggarakan Akhirussanah yang menandai akhir kalender akademik selama satu tahun 2020-2021. Tema yang diangkat adalah Asa dan Impian di Era Pandemi.

Acara digelar di halaman Pengajian Padhangmbulan. Cak Dil, Ketua Yayasan Al-Muhammady hadir bersama keluarga besar Bani Muhammad. Cak Mif, Mbah Nun, Ibu Novia Kolopaking, Bapak Ibu guru dan wali murid SMK Global mengikuti acara hingga paripurna.

Mbah Nun berpesan kepada para siswa agar tidak hanya mengandalkan ilmu tapi juga madhep manteb menjaga iman. Pesan ini didasari ayat alladziina yu’minuuna bil ghaibi (Q.S. Al-Baqarah: 3).

Masa depan adalah kegaiban bagi setiap manusia. Menempuh masa depan tidak cukup melalui jalan ilmu. Kegaiban masa depan harus dihadapi dengan keyakinan iman yang kuat kepada Allah. “Masa depanmu bergantung pada imanmu,” kata Mbah Nun.

Acara utama Akhirussanah itu sendiri adalah upacara pelepasan atau wisuda 97 siswa SMK Global tahun akademik 2020/2021. Didampingi orang tua para siswa melangkah ke atas panggung untuk menerima tanda kelulusan yang diserahkan oleh Cak Mif dan Cak Dil bersama beberapa perwakilan guru.

Usai mengikuti acara utama para siswa dan wali siswa menikmati penampilan para guru SMK Global yang menyanyikan beberapa lagu. Sambutan dari wakil siswa dan penyerahan penghargaan siswa berprestasi menjadi acara yang tak kalah menyegarkan.

Diiringi penampilan musik yang dimainkan siswa jurusan Seni Musik SMK Global, acara Akhirussanah kian terasa nuansa keakraban dan kekeluargaannya.

Apalagi Ibu Novia Kolopaking berkenan menyanyikan lagu “Andaikan Kau Datang” (Koes Plus). “Semua serba mendadak karena perintah Cak Nun kepada saya juga mendadak,” ujar Ibu Novia. Kendati demikian, kolaborasi musik siswa SMK Global dengan Ibu Novia menyajikan harmoni yang indah. Para guru dan hadirin pun turut bernyanyi.

Di tengah berlangsung acara Akhirussanah tersebut, datang Ustadz Abdul Shomad, yang akrab disapa UAS.

Mbah Nun bersama keluarga Bani Muhammad menyambut kedatangan UAS. “Liqoun ‘adhim,” demikian Cak Nun menyebut pertemuan itu. Kemesraan pun terjalin antara Mbah Nun, UAS, dan hadirin pada acara Akhirussanah. Mbah Nun menyampaikan selamat datang kepada UAS dengan logat nJombangan yang khas.

Kendati banyak cerita yang akan disampaikan, UAS memberikan sambutan secara singkat dan padat. Pada awal kuliah di Mesir, buku-buku Mbah Nun kerap dibacanya. “Hingga sekarang saya mengikuti acara Beliau melalui video di media sosial,” ungkap UAS.

Lantunan shalawat Burdah dan syiir Ilaahi lastu dilantunkan Mbah Nun bersama UAS. Suasana pun terasa khusyuk dan meneb.

Keindahan semakin terasa dengan kedatangan Cak Fuad. Sebelum menutup acara Akhirussanah Cak Fuad berpesan kepada siswa SMK Global. “Silakan buku-buku pelajaran di sekolah mau dipinjamkan adik kelas atau dijual. Tapi satu kitab yang harus selalu Anda jaga sepanjang usia, yaitu Al Qur’an,” pesan Cak Fuad.

Selepas acara Akhirussanah, Mbah Nun dan keluarga UAS menuju makam Sentono Arum, mengirim doa untuk para sesepuh keluarga Bani Muhammad.

Berbincang santai di teras ndalem kasepuhan Menturo bersama Mbah Nun, keluarga Bani Muhammad, dan keluarga UAS berlangsung gayeng. UAS tampak serius menyimak pembicaraan. Sejarah pendidikan di Yayasan Al Muhammady, Pengajian Padhangmbulan, serta saling menemukan jalinan kekerabatan istri UAS dengan keluarga Menturo menjadi tema obrolan penuh kekeluargaan.

Lainnya