Wisdom of Maiyah (70)

Bersyukur Karena Diperkenalkan Shalawat

Saya disuguhi oleh Allah tentang keluhuran hati saudara Maiyah Mandar yang sangat antusias menyambut rombongan kami dari perwakilan berbagai simpul yang bersilaturahmi ke Mandar. Banyak hal yang saya dapatkan dari Mandar, dari cerita kisah pertemuan saudara Mandar dengan Mbah Nun, tentang ketekunan, kesederhanaan, kreativitas, kepedulian besar kepada “orang kecil”, sehingga Maiyah mendapat tempat spesial di hati saudara Mandar.

Salah satu sesepuh Maiyah Mandar menyampaikan bahwa kehadiran Maiyah dan Mbah Nun seperti angin segar yang membawa hawa perubahan dari kebiasaan hidup mereka yang sebelumnya suka “minum” dan meresahkan masyarakat, dikreatifi menjadi seniman dan manusia yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Puncak pengalaman yang saya rasakan adalah ketika sowan ke rumah Bunda Cammana, pecinta Rasulullah, yang menghidupkan dan hidup dalam shalawat.

Ketika dipersilahkan masuk ke dalam rumah Bunda, kami oleh Bunda diajak bershalawat. Waktu itu, saya duduk di sudut ruangan dengan menunduk meresapi getaran shalawat dari bunda, menahan sebisa-bisanya air mata, yang pada akhirnya tak terbendung mengaliri pipi. Roso dan atmosfer yang sama saya rasakan ketika shalawatan di setiap Maiyahan.

Melalui Maiyah saya bersyukur karena dikenalkan roso dan disambungkan dengan hawa kehadiran Rasulullah, yang menjadi sebab selalu rindu shalawatan. di Maiyah saya juga dikenalkan dengan kelembutan hubungan cinta kepada Allah dan Rasulullah dalam shalawat, yang segaris dengan itu hati menuntun saya untuk lebih sayang kepada ibu, bapak, adik-adik saya dan rasa tak tega hati untuk tidak menolong semampu saya, ketika melihat orang mengalami kesulitan di kehidupan sehari-hari.

Lainnya