Wisdom of Maiyah (88)

Antitesis Doktrin Dajjal

Maiyah adalah antitesis terhadap doktrin Dajjal di mana keluasan hati menjadi lahan tanamnya, keluasan pikiran menjadi pupuknya, kedalaman cinta kepada sang Maha Pecinta dan yang paling dicintai oleh Maha Pecinta menjadi serbuk-serbuk pembasmi hamanya, dan airnya adalah ridla Allah dan syafaat Rasulullah.

Maiyah menanam bukan untuk menikmati panen, memupuk dan merawat bukan untuk meyuburkan. Itu semua sekedar “sesaji” agar Allah berkehendak mengubah keadaan menjadi lebih baik.

Asalkan Allah tidak marah, paceklik atau panen raya adalah hal biasa.

Bangunan tinggi bukanlah yang dicita-citakan, dan suburnya tabungan bukanlah yang didambakan. Tetapi mampu menikmati surga yang bagi pengikut Dajjal dianggap sebagai neraka itulah yang dilatihkan di Maiyah.

Maiyah memiliki pandangan berbeda tentang posisi kebenaran dan kebaikan. Maiyah juga memiliki pandangan berbeda tentang kehebatan, kebesaran, kekayaan, kejayaan, keberuntungan, kehormatan, kebahagiaan, dan hal-hal lainnya yang begitu diburu dan inginkan oleh hampir setiap manusia.

Mbah Nun mengajarkan saya secara tidak langsung dan eksplisit bahwa hampir semua hakikat makna dari kata-kata yang begitu diidam-idamkan dan diinginkan oleh manusia sesungguhnya sudah diputar balikkan oleh Dajjal.

Maka Maiyah menempuh jalan sunyi,

(Pakai koma bukan titik. Karena bagaimanapun juga saya sangat berharap Allah mentakdirkan Maiyah keluar dari kesunyian. Artinya saya sangat berharap agar Allah menyadarkan ummat manusia bahwa mereka butuh Maiyah. Jika itu terjadi, maka Tidak Ada Maiyah yang Ada Hanyalah Islam. Islam sebagaimana yang Allah dan Rasulullah maksudkan).

Keberhasilan yang utama bagi Maiyah adalah membangun manusia, bukan membangun kemegahan-kemegahan materi. Bagi Maiyah kerja keras adalah sebuah kenikmatan, sementara hasil yang didapat dari kerja keras hanyalah sebuah bonus dari Allah. Maiyah memandang keberuntungan bukan atas dasar kepemilikan harta dan tingginya jabatan. Tetapi asal Allah tidak marah kepada kita, itulah yang namanya sebuah keberuntungan. Di Maiyah kesuksesan bukanlah menjadi (menjadi pejabat, menjadi pengusaha, menjadi dokter, dll) tetapi sebesar apa manfaatmu di dalam menjadi-mu, itulah yang disebut kesuksesan.

Terima kasih.

Lainnya