Untuk JM Nusantara dan Dunia:
Virus Penghancur Melebihi Corona

Ada virus yang jauh lebih menghancurkan dibanding Coronavirus atau Covid-19. Siapapun yang mengerti apa dan siapa manusia, kenapa dan untuk apa manusia hidup, dari mana asal-usulnya, ke mana manusia pergi dan melalui jalan yang mana, apa yang harus dipertahankan serta dirawatnya dalam menjalani kehidupan – pasti mengerti bahwa virus ini jauh lebih berbahaya, karena ancamannya lebih komplit kepada kehidupan manusia.

Virus yang jauh lebih menghancurkan, jauh lebih mematikan, jauh lebih mempergelap kehidupan manusia. Misalnya, Virus Corona membuat semua ummat manusia bersatu, sedangkan virus yang ini membuat manusia terpecah belah, saling benci di antara manusia sangat membengkak dan memuncak, permusuhan dan nafsu saling menghancurkan mencapai level tertinggi. Siksaan pandemik Covid-19 membuat manusia menjadi cenderung lebih berhati-hati dan berendah hati sikap hidupnya. Sementara virus yang ini membuat manusia cenderung sombong, tinggi hati, merasa paling benar sendiri, sembrono dalam mengambil keputusan, perkataan dan perbuatan yang serampangan.

Virus ini tidak sekadar membunuh fisik manusia, tapi juga menghancurkan jiwa dan moralnya. Membunuh akal sehat, nalar, dan rasionalitas. Memaksimalkan penyakit psikologis manusia yang dalam Islam disebut ammarah dan lawwamah. Membutakan pandangan hidup, sangat merusak objektivitas, amat menyebabkan ketidakseimbangan jiwa dan rasionalitas pada diri per-manusia maupun dalam hubungan antar manusia, dalam berbagai skala.

Virus ini memaparkan penyakit egosentrisme, subjektivisme dan ketidakadilan sampai tingkat sangat ekstrem di dalam diri orang yang terjangkit olehnya. Virus ini memiliki kekuatan yang tak terlawan oleh daya tahan manusia, bahkan pada satuan masyarakat dan bangsa. Bahkan kemungkinan suatu bangsa untuk berubah menuju yang lebih baik, terbuntu oleh multiefek dari virus ini. Sebab sebuah bangsa tidak bisa melangsungkan kemajuannya, melakukan perbaikan yang diperlukannya, apalagi meninggalkan hal-hal yang mudlarat baginya – kalau rasionalitas mereka sebagai warga negara dan bangsa sudah dirusak. Virus ini melebar, meluas, dan merembes mendalam sampai tingkat menghalangi kedewasaan berpikir manusia, membuntu objektivitas dan kejujuran intelektualnya.

Virus ini tidak teridentifikasi sebagai bahaya oleh kebanyakan manusia, warga negara, masyarakat atau bangsa, karena salah satu ciri orang yang terjangkiti olehnya adalah tidak tahu dan tidak mau tahu bahwa ia terjangkiti.

Virus ini berlakunya seperti sihir besar nasional yang membuat hampir semua orang, terutama yang terpapar, tidak merasa sedang sakit, malahan mengalami semacam kenikmatan seperti ciri-ciri keterpaparan oleh narkoba, tetapi dengan efek yang lebih negatif. Kalau jenis narkoba tertentu memberi efek ketenangan pada batin manusia, virus ini justru menimbulkan amarah sampai tingkat murka, timpang keseimbangan mentalnya, meningkat tinggi emosinya, bahkan dendamnya. Virus ini merupakan sumber dari kekejaman dan kekerasan dalam arti yang paling substansial dan nyata.

Virus ini merusak pikiran, membusukkan hati, memecah belah silaturahmi, membahayakan hubungan persahabatan, bahkan bisa meretakkan rumah tangga dan keluarga. Berarti sangat potensial merusak perikehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Tulisan ini merupakan laporan dzikir kepada Allah, sesambatan kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw, dan indzar atau piweling untuk semua Jamaah Maiyah. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk dan kepada yang selain tiga pihak itu. Alhamdulillah selama paparan virus Covid-19, Allah melindungi semua Jamaah Maiyah, tetapi mereka perlu diingatkan agar meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan dan kehati-hatian sepuluh kali lipat kepada virus yang jauh lebih berbahaya ini. Kalau Covid-19 bisa dieleminir dalam waktu 2-3 tahun, virus yang ini efek negatifnya bisa lebih dari 20-30 tahun. Bahkan mungkin lebih “njarem” dari itu.

Lockdown 309 Tahun