The Gedebog

Khoirunnas anfa’uhum linnas. Ya, Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Manusia sebagai mahluk sosial tidak bisa hidup sendiri mengandalkan diri sendiri. Manusia saling bergantung antara satu dengan yang lainnya. saling membantu, tolong menolong satu dengan lainnya, bukan dalam hal yang besar, namun dalam hal yang sekecil apapun yang mengandung asas kemanfaatan di dalamnya sehingga memberikan pengaruh positif.

Memang tidak mudah melaksanakan apa yang disebut dengan menjadi manusia yang bermanfaat. Banyak hal yang harus kita relakan. Shodaqoh batin, jiwa, waktu bahkan materi demi orang lain merupakan implementasi konsep islam yang penuh dengan cinta, yaitu memberi.

Sama seperti halnya pohon pisang yang sering kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, bisa dikatakan seluruh bagian sari pohon pisang bermanfaat. selain buah, bonggol dan daunnya, Gedebog (Debog) sendiri juga mempunyai manfaat. Selain untuk jejeran wayang dalam pagelaran kesenian tradisonal wayang kulit, gedebog pisang juga mempunyai manfaat serta nilai ekonomis yang tinggi.

Jika dikaji lebih dalam lagi bahwasanya semua mahluk yang ada dilangit dan dibumi bertasbih kepada Allah serta tunduk terhadap sunatullah agar kehidupan ini seimbang. Mungkin diciptakannya pohon pisang selain untuk dimanfaatkan oleh manusia, juga untuk kita belajar bagaimana untuk bisa bermanfaat sebagai mahluk.

Dimana pohon pisang bisa tumbuh dimanapun, tidak mau mati sebelum berbuah, mempersiapkan generasi penerusnya sebelum ia ditebas dan mati dengan tunas yang berada disampingnya. Betapa ini bisa manjadi pelajaran bagi manusia di zaman sekarang yang sarat akan talbis, individualis, materialis serta doktrin-doktrin yang mengakibatkan terkikisnya norma-norma.

Sudah seyogyanya manusia harus hidup fleksibel dengan tetap menegedepaknan norma-norma luhur dalam masyarakat serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama sesuai dengan perjanjian kita dengan Allah bahwa manusia hidup dibumi ini adalah pengejawantahan dari Allah itu sendiri.

Sudahkah kita memberi kemanfatan hari ini? Sudah siapkah untuk menjadi khairunnas yang sesungguhnya? Mari duduk melingkar dalam Kajian bulanan Sinau dan Bergembira Bersama Maiyah Dusun Ambengan Edisi 54, yang gelarannya akan berlangsung pada hari Sabtu 15 februari 2020, Jam 20.00 WIB, di Rumah Hati Lampung Desa Margototo, Metro Kibang, Lampung Timur.

Buku dan Merchandise