Syaikh Nur Samad Kamba

Kenduri Cinta Januari 2018. Foto: Adin. (Dok. Progress)

Dini hari ada notifikasi pesan WA berisi foto Syaikh Kamba. Di atas foto ada kalimat yang ditulis dengan huruf Arab yang sudah terduga bacaannya, tetapi seakan diri ini tidak bisa menerima. Seakan yang terbaca adalah Alhamdulillah, sebuah ucapan syukur atas kesehatan beliau kembali pulih.

Namun akhirnya tetap harus menerima bahwa beliau benar-benar telah merdeka. Beliau sangat sehat dan memenuhi satu syarat alam semesta “setiap jiwa pada saatnya akan menemui putaran sempurna dan kemudian melanjutkan fase berikutnya yang kita tidak memiliki ilmu kecuali sedikit”.

Tidak bisa mengelak atas kenyataan itu, dengan tetap syok dan perasaan tidak enak hingga esok hari. Beliau, dan sebagaimana para Marja’ Maiyah lainya memberikan banyak informasi berharga yang mempengaruhi kematangan, ketenangan dan bentuk kecerdasan yang tidak standar bagi saya secara pribadi. Beliau merupakan salah satu mata air yang memberikan efek metabolisme berpikir yang sangat berharga.

Mungkin ada satu hal lain yang membuat rasa tidak enak itu muncul adalah anjuran Mbah Nun untuk secara berkala menghadirkan beliau pada sesi khusus untuk menggali khazanah keilmuan beliau di Suluk Surakartan belum pernah terlaksana hingga berakhirnya masa tugas beliau di dunia ini, karena disebabkan beberapa alasan yang belum memungkinkan untuk itu berlangsung.

Semoga teman-teman semua bisa mengeksplorasi keilmuan beliau melalui berbagai jalan lainnya, yang kalau Allah memberikan rezeki pemahaman, apa-apa yang sudah ditulis beliau dapat memberikan dampak kemanfaatan yang luas. Teriring doa dan Al-Fatihah untuk perjalanan beliau pada alam berikutnya.

Lockdown 309 Tahun