Sampai Berjumpa Kembali, Pak Ajip!

Sudah baca buku apa, penulisnya siapa?”

Itulah pertanyaan yang pertama kali terucap sebagai awal pembicaraan ketika beliau, Almarhum Bapak Ajip Rosidi, meminta saya untuk membantu beliau mengurus perpustakaan yang berada di Pabelan bersama putranya. Dan pertanyaan itu selalu dilontarkan kepada siapa saja yang ingin berdialog dengan beliau.

Sepanjang pengetahuan saya, beliau adalah sosok yang sangat peduli dengan persoalan kepustakaan. Bahkan, yang saya kagumi dari beliau adalah kegemarannya membaca. Seolah tiada hari tanpa membaca. Beliau merupakan sosok yang tidak banyak basa-basi dalam berdialog dan selalu sangat serius.

Almarhum Bapak Ajip Rosidi yang berdarah Jawa Barat ini adalah sosok yang konsisten pada dunianya, terutama kepedulian beliau terhadap bahasa (kesusasteraan) daerah. Dan itu beliau wujudkan dalam sebuah yayasan mandiri bernama “RANCAGE”, sebuah yayasan (nirlaba) yang memberikan suatu bentuk apresiasi kepada para penulis yang setia menulis (menggunakan) bahasa daerahnya dalam bentuk kesusastraan.

Pak Ajip Rosidi. (Sumber foto: cover belakang buku Ajip Rosidi, Masa Depan Budaya Daerah: Kasus Bahasa dan Sejarah Sunda, Pustaka Jaya, Jakarta, 2004)

Bagi kebanyakan orang, umumnya masyarakat bahkan generasi virtual, khususnya di Magelang, tidak ada yang mengetahui sosok beliau sebagai tokoh budaya nasioal. Padahal, sudah hampir 15 tahun lebih beliau berdomisili di Magelang. Beberapa tahun terakhir ke belakang, pada saat beliau menikahi (Almarhumah istri petamanya, Hj. Fatimah) artis film senior Hj. Nani Wijaya, barulah masyarakat dan generasi virtual mulai mengetahui sosok Almarhum Bapak Ajip Rosidi.

Malam tadi pukul 22:30 WIB, beliau yang selama 7 hari terbaring di RSU Tidar Magelang, dipanggil pulang oleh Allah Swt. Hari ini pada pukul 11:00 WIB beliau di makamkan di daerah Pabelan yang berdekatan dengan Rumah tinggalnya. Sebagaiamana diamanatkan Mbah Nun, teman-teman Penggiat Maneges Qudroh Magelang turut takziyah, memberikan penghormatan, dan mengantarkan kepulangan beliau kepada Allah Swt.

Sampai berjumpa kembali Pak Ajip. Selamat Menikmati Swargi Gusti. Gusti Allah tresno kalih njenengan.

Pabelan, 30 Juli 2020

Buku dan Merchandise