Mukadimah Gambang Syafaat Oktober 2020

Radikal Ra nakal

Seorang komedian dalam lawakannya mengklaim bahwa ia sangat sering dikira teroris, dicurigai kaum radikal hanya karena tampangnya yang seperti Ahmad Dhani (pentolan Grup Dewa) yakni berjenggot. Entah sejak kapan stigma radikal menempel pada “shortcut fisik” berjenggot, memakai baju koko, dan ciri fisik lainnya. Radikal juga sering berdampingan dengan ekstrimisme, anarkis. Beberapa hari yang lalu, saat berlangsung demo, cap radikal, ekstrimisme, anarkis menjadi narasi balik dari penguasa untuk setidaknya menyudutkan para pendemo sebagai golongan yang tidak intelek, tidak santun, dan anti rembug.

Di Maiyah sebagai forum yang mendekontruksi pemahaman, sudah sangat sering mencoba menetralkan kata dan istilah ke arti yang sebenarnya. Termasuk di dalamnya kata radikal. Apa sebenarnya kita sudah mengetahui dengan tepat kata radikal? Sejauh mana kita memahami kata radikal dan pemaknaannya. Dalam Bahasa Inggris, kata radic berarti dasar, mendasar. Kemudian ada istilah radix yang artinya adalah akar. Jadi, sebenarnya makna dari kata radikal sangat positif, karena ia merujuk pada akar yang fundamental.

Beberapa kata yang mengikuti seperti ekstrim, anarkis bisa dikatakan tidak ada hubungannya dengan radikal. Ekstrim adalah sifat terlalu fanatik, berlebihan dan atau melampaui batas. Juga kata anarki yang jika ditilik dari akar katanya adalah tidak adanya pengatur/pemerintahan. Apalagi jika radikal sengaja ditempelkan dengan kata Islam, semakin membuat kabur. Radikal menjadi tidak netral, apalagi ketika menjadi radikalisme, ia seperti memiliki makna baru radikalisme adalah suatu paham yang menginginkan perubahan atau pembaharuan dengan cara yang drastis hingga cara yang paling ekstrim.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menyeimbangkan nuansa negatif dari kata radikal itu? Menawarkan lelucon adalah salah satunya. Komedian yang pede menampilkan atribut fisik yang sudah kadung distigma “kaum radikal” adalah salah satu cara mencairkan kembali makna yang terlanjur seram.

Memplesetkan, atau menyandingkan dengan kata yang tidak lazim juga menjadi cara lain. “Radikal Ra nakal” sebagai tema Gambang Syafaat seperti membawa misi mensucikan kembali makna kata yang menjadi najis.

Lainnya

Waktunya Kembali ke Makna Asal

Radikalitas Maiyah

Waspada Kata

Maiyah, Fenomena Radikal Buatku

Buku dan Merchandise