Quiz Ular

Coba siapa saja di antara Jamaah Maiyah melakukan perenungan, pencarian, simulasi, perumpamaan dan pengumpamaan, dugaan, asumsi, spekulasi, optimisme, hipotesis atau koordinat akal dan kejiwaan apapun. Kemudian mencoba menuliskannya, meskipun hanya 1-2 alinea. Kemudian mengirimkannya ke redaktur caknun.com.

Sekarang pergi ke pancuran air untuk berwudlu, kemudian berdiri khusyu menghadap Kiblat, membaca Al-Fatihah 7x, lantas memulai shalat, sesuai dengan waktunya, wajib ataupun sunat. Sesudah tahiyat akhir dan salaam baca Istighfar 9x kemudian Shalawat 9x (seperti dalam Tahiyat). Lantas konsentrasi. Buka Al-Qur`an, andaikan tahun 2020 kita husnudhdhdni mungkin dihidayahkan oleh Allah melalui Surah ke-20 ayat ke-20.

فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَىٰ

Dan dilemparkannya tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat”.

Boleh membaca hanya satu ayat itu saja. Boleh sampai ayat berikutnya: 21 dan 22. Atau afdhal juga membaca sejak ayat-ayat sebelumnya serta sesudahnya, untuk mencari perspektif luas konteksnya, sebab-akibatnya dan dimensi apapun saja.

Yang coba Jamaah renungkan, gali, cari dan mohonkan hidayah kepada Allah adalah lingkup kemungkinan sebagai berikut:

  1. Andaikan “yang merayap dengan cepat” itu adalah Covid-19, makai ia adalah (A) ular-ular yang dilepas oleh gerombolan Penyihir sewaan Fir’aun, ataukah justru (B) adalah ular yang menjelma dari tongkat Nabi Musa. Apa dan bagaimana refleksi pemahaman Jamaah pada opsi A dan bagaimana kalau opsi B?
  2. Apa menurut Jamaah maksud Allah: “Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula”.
  3. Menurut Jamaah petunjuk tentang apa, sikap mental, sikap ilmu, keketatan iman atau apapun yang terkandung di balik firman berikutnya: “dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia ke luar menjadi putih cemerlang tanpa cacad, sebagai mukjizat yang lain (pula)”.
  4. Tuturkan atau tuliskan apa saja yang Allah menginformasikan kepadamu sehingga muncul di benakmu, yang terkait dengan firmaan-firman itu. Semua pertanyaan dan pancingan ini berada dalam lingkup akhlaq tadabbur, bukan ilmu tafsir.

Wassalam, Mbah Nun, Jakarta 1 November 2020.

Lainnya

Buku dan Merchandise