Puluhan Ribu Kerinduan Kepada Sinau Bareng

Tidak salah teman-teman Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto memilih menggelar Sinau Bareng malam ini di Lapangan Desa Karanggintung Sumbang Banyumas yang berjarak kurang lebih lima kilometer dari Kampus mereka.

Bukan semata supaya menjadi bukti akan kebersatuan antara insan kampus dengan masyarakat luas, atau agar mereka tidak berada di menara gading tetapi juga ternyata yang datang sangat banyak. Puluhan ribu. Lapangan desa ini terasa tak mampu menampung gelombang masyarakat yang hendak mengikuti Sinau Bareng bersama Mbah Nun dan KiaiKanjeng.

Menurut Kiki, ketua Dema Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto, apa yang menggerakkan puluhan ribu orang ini hadir malam ini adalah kerinduan mereka kepada Sinau Bareng Mbah Nun dan KiaiKanjeng. Persisnya suasana-suasana yang terbangun dalam Sinau Bareng yang dipandukan oleh Mbah Nun.

Sinau Bareng malam ini digelar dalam rangka Harlah ke-22 Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto. Pak Rektor Muhammad Roqib, Pak Dekan Abdul Basit, Wakil Bupati Banyumas Sadewa Tri Lastiono, dan para tokoh masyarakat Banyumas duduk di panggung bersama Mbah Nun. Beliau-beliau juga menjadi bagian dari proses Sinau Bareng ini.

Dalam sambutannya, Pak Rektor menyampaikan bahwa IAIN Purwokerto sedang dalam proses alih status menuju menjadi UIN. Untuk itu, Pak Rektor meminta doa kepada Mbah Nun, KiaiKanjeng, dan seluruh jamaah yang hadir. Sementara itu, menandai peringatan Harlah ke-22 Fakultas Dakwah, Pak Dekan memotong tumpeng dan diberikan kepada Mbah Nun. Kemudian Mbah Nun berinisiatif membagikan nasi tumpeng dan sajian lain yang ada di panggung kepada jamaah.

Acara berlangsung dari tahap menuju tahap berikutnya, dari doa, munajat, pembabaran landasan berpikir, penyampaian pertanyaan workshop diskusi kelompok, dan berlangsungnya workshop La Robba Illallah yang dipandu para vokalis KiaiKanjeng dalam interaksi yang asik, menyenangkan, tapi juga khidmat menancap di hati. Wakil Bupati Sadewa mengatakan pengajian seperti Sinau Bareng ini adalah “pengajian milenial”. Dalam sesi musikal workhsop ini terdengar suara kompak serempak membahana setiap kelompok jamaah mengikuti panduan leader dari para vokalis KiaiKanjeng. (Helmi Mustofa)

Buku dan Merchandise