HEXA-Nggon-All

Mukadimah SabaMaiya Juli 2020

Terusik dari tulisan “generasi LARVA” dan penyebutan lebah, merangsang angan dan tangan untuk sinau sedikit dari lebah dalam membangun sebuah “omah” yang berbentuk hexagonal (ruang sisi enam) sempurna berbentuk mini. Tidak pernah ada sarang atau rumah yang terdiri dari kumpulan ruangan berbentuk lingkaran, segitiga, ataupun persegi, mengapa bisa demikian?

Bentuk hexagonal juga dipercaya penting untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari sarang yang dibuat sebagaimana telah diamini oleh teori metematika yang menyatakan hanya ada tiga bangunan yang dapat menempati sebuah bidang datar yakni segitga sama sisi, persegi, dan hexagonal.

Lalu mengapa lebah memilih bentuk hexagonal ketika membuat sarang?

Hexa-nggon-all hanya plesetan yang lebih disebabkan keterbatasan untuk memahami serta menangkap apalagi memformulasikan dalam bentuk tindakan, sebagaimana manusia yang juga tersusun dari ruang namun jarang sekali memberikan ruang untuk sesamanya. Semisal mengambil ungkapan efektifitas dan efisiensi lebih dipengaruhi kalkulasi matematis transaksional, bukan sebagaimana lebah yang prinsipnya dengan sedikit ruang namun mempunyai daya tampung maximal

Pergesaran manusia dengan nilai kemanusiaanya yang terbelenggu akan keadaan, Ditopang petualang profit dengan konsep modal sedikit untung banyak. Tanpa memahami, mengolah daya fikir yang ditopang dzikir, dengan konsep “biaya minim mortality tinggi” sebagai manifestasi dari mengolah anugerah yang tak terhingga ini tersalurkan dengan baik serta memahami batasan akan efek negatif dari sikap berlebihan yang didasari perintah Tuhan tentang larangan berbuat “mubadzir” (melakukan hal sia-sia) bukan dengan slogan “hemat pangkal kaya” sebagaimana Tuhan tak pernah menyampaikan itu, tapi cukup dengan “jangan mensia-siakan”

Pada puncaknya di saat mausia berbuat sia-sia bisa disebut sebagai indikasi belum memahami metematika Tuhan sebagaimana mbah-mbah leluhur kita menyebutnya “ilmu takeran“ yang mencoba memahami hexagonal adalah bentuk geometri, bentuk yang paling tepat untuk penggambaran maximum suatu ruang. Sebagai wahana mengingatkan pada keagungan Tuhan. Terhadap penciptaan lebah dimana berbentuk hexagonal yang membutuhkan lilin minimum tapi mampu menyimpan madu dalam jumlah maximum.

Sementara plesetan hexa-nggon-all hanya sebuah sindiran bagi manusia sebagaimana fungsinya yang seharusnya menyediakan ruang berbentuk hexagonal. Agar bisa menampung sebagai “nggon” (tempat) bagi all (semuanya) namun kenyataanya? Jangankan menghasilkan madu ruang aja nihil!!!

Tak mengherankan jika banyak orang yang menyatakan lebah rajin dan pintar dari pada manusia, jika tak percaya tengoklah sarangnya! Apalagi jika mengambil madunya

Salam, ngentub… (GJ)

Buku dan Merchandise