Mukadimah Tasawwuf Cinta Edisi Maret 2020

Frekuensi Hati

Frekuensi bisa diartikan gelombang/getaran yang merambat. Frekuensi Hati merupakan Getaran di Hati kita, Dapat dikatakan pula sebagai Kepekaan hati kita dalam menangkap dan memancarkan kepada siapapun atau apapun di seluruh semesta. Seperti dalam hadist qudsi “Al Qolbul mukmin Baiturobbi”, qolbu orang beriman itu adalah rumah Tuhan.

“Tidak dapat memuat Dzat-Ku bumi dan langit-Ku kecuali Hati hamba-Ku yang mukmin, lunak, dan tenang” (HR. Abu Dawud).

Sesuatu yang keluar dari hati maka akan diterima oleh hati, bisa kita analogikan seperti halnya sebuah delman, yang seharusnya hati menjadi Kusir, kudanya bernama fikiran dan keretanya biasa di sebut nafsu. Jangan dibalik-balik bisa Ambyaaarrrr. Karena posisi kusir sangat penting dalam mengarahkan tujuan “Delman” itu tadi.

Contoh lain, Tidak semua perjumpaan pasti terjadi pertemuan, Tapi kalau pertemuan mayoritas ada perjumpaan. seperti halnya dipasar kebanyakan terjadi perjumpaan, tapi tidak terjadi pertemuan (secara pribadi setiap orang berjalan sesuai dengan angan-angan masing-masing), karena lalu-lalang dan mereka sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sedangkan kalau kita di Maiyah, Selain berjumpa tapi juga bertemu (Tubuh Berjumpa, Hati juga Sambung).

Orang yang hatinya sambung, seberapa besarpun perbedaan pemikiran, perbedaan pendapat, dan apapun perbedaannya, Maka akan tetap bisa sinkron dan saling melengkapi satu sama lain. Ibarat ketika melangkah, Jika satu kaki maju, maka satu kaki masih tetap di belakang. Dan memang sebuah taman/ kebun akan terlihat indah kalau berisi beranekaragam bunga. “Yang berbeda jangan dipaksakan sama, yang sama jangan dipaksakan berbeda”.

Al muslimu Lil muslimi kal bunyani yasuddu ba’duhu ba’du, orang muslim yang satu dengan yang lainnya ibarat bangunan saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Dalam sebuah komunitas harus tau “patrapnya” masing-masing jamaah, PATRAP merupakan suatu posisi dalam mengambil langkah atau sesuatu yang pas dikondisi tertentu.

Ada yang menjadi besi untuk dijadikan cor/pondasi, ada yang jadi paku seperti halnya mastur/tersembunyi, ada yang jadi cat, ada yang jadi genteng/pagar seperti halnya masyhur/terkenal/terlihat. Supaya langkah kita bisa selaras maka channel yang kita pilih harus sefrekuensi, karena kalau sudah satu frekuensi contoh TV/Radio walau tidak bersama/satu tempat informasi yang tersampaikan tetap sama, tentang tujuan yang akan dituju. Untuk mewujudkan Al Mutahabina Fillah, Saling mencintai karena Allah.

Lainnya

Apa Itu Niat?

Kebijaksanaan dalam Berbahasa

Mencari Keistimewaan Diri

Hati Yang Bersandar

Menep

Buku dan Merchandise