Firman Tersembunyi

Di dalam khazanah Allah Swt yang dituturkan melalui wacana ajaran Islam, banyak idiom atau istilah yang selalu dinamis menggapai level di atasnya. Tidak hanya “sangat”, tapi juga masuk dimensi lain yang mungkin bisa diasosiasikan ke “derajat”.

Sehat walafiat. Tidak hanya sehat tapi juga afiat. Afiat menggambarkan perluasan kesehatan: misalnya jasmani dan rohani. Bisa juga pendalaman dan peninggian. Bahasa mudahnya: benar-benar sehat dalam arti seutuhnya dan selengkapnya.

Contoh lain taubah nashuha atau lazim disebut taubatan nashuha. Tidak hanya bertobat, tapi juga dengan keterikatan yang mendalam untuk benar-benar bertobat. Halalan thayyibatan. Tidak hanya halal, tapi juga punya kualitas kesehatan dan kebaikan yang lebih besar bagi kehidupan.

Surga disebut khalidina (fiha) abada. Kekal itu abadi, abadi itu kekal. Kalau tidak kekal, tidak abadi. Kalau tidak abadi, tidak kekal. Ada semacam garis batas atau jarak antara kuantitas dengan kualitas. Allah sendiri menyebut diriNya tidak hanya Rahman tapi juga Rahim. Tidak cukup ‘Aziz tapi juga Hakim. Tidak hanya ‘Alim tapi juga Khabir.

Mungkin itu semacam firman tersembunyi bahwa kehidupan yang Ia ciptakan untuk manusia selalu mengandung perjodohan atau perpasangan antara yang statis dengan yang dinamis, yang lahir dengan yang batin, yang jasad dengan yang roh, antara yang kasat mata dan yang tidak kasat mata.

Alhamdulillah di Maiyah kita banyak belajar tentang mozaik sisi pandang, sudut pandang, jarak pandang, resolusi pandang, kepentingan pandang, kebutuhan pandang dan kemungkinan-kemungkinan lain yang tidak bisa dibatasi oleh apa yang kita sangka sebagai “fakta”, bahkan sains (science)-pun.

Bahkan di dalam kemahaluasan ilmu Allah, sains yang hebat dan memodernkan dunia, sebagaimana juga tafsir — sebenarnya levelnya adalah dhann atau prasangka, yang tidak bisa disimpulkan benar atau salah, kecuali benar salah berdasarkan standar atau model dhann yang dipakai. Di Maiyah kita rajin dan waspada melihat perbedaan atau jarak antara yang qath’iy dengan yang dhanny.

Lockdown 309 Tahun