Ekosistem Kesehatan Maiyah

Puasa melatih kita untuk senantiasa sabar, berpikir jernih, waspada, dan membuka ruang-ruang alternatif solusi di dalam mesin berpikir dan dalam mengoperasionalkan akal sehat kita.

Dalam waktu dua bulan termasuk di bulan puasa kita diuji oleh anomali pemikiran dan perbuatan manusia di banyak tempat. Karena aktif berpuasa, maka dalam memandang anomali itu kita tidak terseret atau terkecoh oleh tipuan-tipuan murahan yang diperbuatnya.

Dengan mengamalkan ayat-ayat pada surat Al Fatihah, kita menjadi mendapat petunjuk untuk melewati jalannya manusia yang terjaga Istiqomahnya (al mustaqim). Dalam konteks inilah saya banyak berharap pada ekosistem kesehatan dan atmosfer kesehatan yang solid dan berhasil dibangun Jamaah Maiyah.

Ekosistem adalah keutuhan proses interaksi antara struktur-struktur otoritas-keahlian (otoritas kebijakan spiritual dan strategis, struktur kompetensi taktis, struktur keahlian teknis) dengan mekanisme pelaksanaannya.

Di dalam Jamaah Maiyah struktur-struktur itu lengkap. Tertinggi otoritas adalah marja’, lalu Kordinator Simpul Maiyah, Simpul Maiyah, dan warga Maiyah. Asas relasinya bukan komando sentris, tapi relasi yang terbentuk antar struktur itu adalah relasi paralelitas nilai. Ini lebih membuka ruang musyawarah, ruang kreasi, ruang kemerdekaan memilih solusi berdasarkan kebutuhan dan fadhilah masing-masing, dan tetap terjaga batas saling memahami dan saling mengerti.

Mekanisme pelaksanaan keputusan atau kebijakan pun relatif lancar. Struktur dan mekanisme yang seperti ini luwes dalam membentuk sebuah ekosistem, termasuk ekosistem kesehatan, khususnya ketika jamaah Maiyah sedang berhadapan dan menghadapi pandemi Coronavirus.

Tiba-tiba semua sepakat untuk off dari ruang publik dan bertahan di ruang domestik atau bertahan di ruang privat masing-masing. Apa yang diinginkan atau apa yang dibaca oleh otoritas tertinggi dari pengambil kebijakan nilai langsung dipahami dan dilaksanakan tanpa suara. Dan ini terbukti menjadi pengamalan dari iman masing-masing, yaitu saling mengamankan, saling menyedulur, dan saling menolong dalam kebaikan dan kebersamaan.

Ini didukung oleh jamaah Maiyah dalam menjaga atmosfer kesehatan dengan mereduksi risiko kesehatan, mereduksi risiko ekonomi, mereduksi risiko gelisah karena ada pembatasan ruang ibadah dan ekspresi beragama. Muncul para pengawal atmosfer kesehatan ini. Ini menyuburkan harapan saya bahwa misi keselamatan dan penyelamatan manusia menghadapi dan berhadapan dengan pandemi Coronavirus dapat dioperasionalkan dari sini. Dari ekosistem kesehatan dan atmosfer kesehatan yang berhasil dibangun oleh Jamaah Maiyah. Semoga demikianlah adanya. Semoga ini adalah perwujudan misi quu anfusakum wa ahlikum naara. Ahlikum dalam arti komunitas-mu. Aamiin.

Buku Lockdown 309 Tahun