Cak Nang Fathu Makkah

Tadi siang Avin (Avina Yanuar Alfilayalin) putri sulung Anang Ansharullah, dengan Afan (Alfan Suri) melangsungkan akad nikah sesudah tertunda beberapa lama karena situasi Covid-19. Peristiwa itu benar-benar “ansharullah”, pertolongan dari Allah yang sangat menggembirakan bukan hanya Cak Nang, tapi juga seluruh Keluarga Bani Muhammad, Keluarga Padangbulan, Keluarga Menturo, Malang dan Yogya.

 بَارَكَ اللهُ لَكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ. بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِيْ صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

Kalau memakai husnudhdhan syukur kepada Allah, nikahnya Avin dan Alfan, bagi kami semua yang mengetahui situasi hati dan kehidupan Cak Nang sekeluarga saat ini: nikahnya Avin benar-benar memancarkan firman Allah di Surah Al-Insan 10. 

وَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا

Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati”. 

Optimisme rasa syukur saya merasakan apa yang dialami Cak Nang seperti perasaan Nabi Zakaria yang tua renta dianugerahi anak Yahya. Seperti hati Nabi Ibrahim dikasih putra Nabi Ismail, seperti memancarnya cahaya Nabi Muhammad saw memperoleh wahyu AlQur`an, mengalami kemenangan Perang Badar serta diberkahinya Fathu Makkah. Nadlratan wa sururan.

Saya tulis tahni’ah ini bukan karena Cak Nang adalah salah satu adik saya, yang saya mengerti suasana masa kecilnya dulu yang ditinggal oleh (wafat mendadaknya) Ayah kami dan Cak Nang marah-marah di corong Langgar karena belum punya kedewasaan berpikir untuk mengelaborasi pengalamannya. Tetapi juga karena Cak Nang adalah perintis, motivator dan motor utama berdirinya Padangbulan sampai ke era Maiyah sekarang ini. Termasuk perjuangannya selama di Yogya sejak era Ebiet G Ade hingga “Lautan Jilbab” yang bukunya diterbitkan oleh Cak Nang hanya dalam waktu lima hari sejak awal menulisnya sampai selesai cetak.

DI samping itu banyak sekali peristiwa-peristiwa peran Cak Nang selama perjuangan di Yogya sejak Patangpuluhan hingga Kadipiro. Juga sampai situasinya tahun-tahun dan bulan-bulan terakhir ini yang Allah melimpahkan berbagai ujian luar biasa besar dan mengakar bagi kehidupan Cak Nang. Beberapa bulan yang lalu begitu mendengar Avin akan nikah, saya pribadi bersama Bu Novia sangat gembira dan bersyukur. Ya Allah, luar bisa gerbang itu dibuka oleh Allah. Avin yang sangat mandiri dan kreatif, yang kepribadiannya unik, ulet dan pegas – tidak pernah terbayangkan oleh kami rencana pernikahannya itu. Sebab Avin diam-diam menjadi bagian dari kecemasan saya dalam hal hidupnya Cak Nang dan almarhumah Ninuk Bu Anang.

Ini adalah Pengantin Padangbulan, yang kalau diuraikan dan dipancarkan, sebaran cahayanya bagi keluarga Bani Muhammad Menturo, termasuk bagi saya secara pribadi – sungguh-sungguh “wulan andadari”, “padange kaya rina”. Tentu saja ini bukan membenani Avin dan Afan, melainkan sangka baik kepada Allah swt. Ini adalah Stasiun pertama rentetan berkah Allah, meskipun “mek sepur thruthuk”, meskipun Stasiunnya hanya “gerdu cilik” seperti di Brangkal di jaman dulu.

“Allahumma inni as`aluka min khairi ma sa`alaka mihu nabiyyuka Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama”. Ya Allah sungguh kumohonkan segala sesuatu yang sebaik-baik apa yang dipintakan oleh NabiMu Muhammad saw.

Lockdown 309 Tahun