Asal Jangan Sampai Kafir

Ada dua perkara yang menderaku, menimpa, menusuk-nusuk, menikam-nikam, menginjak-injak dan meluluh-lantakkan diriku selama berpuluh-puluh tahun, dan hasilnya adalah tertanam kebencian yang luar biasa mendalam serta rasa putus asa yang sangat gelap pekat di dalam jiwaku.

Kelak mungkin kalau Malaikat Munkar dan Nakir maupun Malaikat Raqib dan Atid menanyakan kepadaku apa gerangan dua perkara itu, aku akan bertahan untuk tidak akan pernah menjawab atau membukanya, aku membisu, mengunci mulutku, dan memendam seluruh kawah candradimuka sejarah hidupku itu dalam rahasia di lubuk jiwaku.

Sebab telah kualami beribu-ribu kali: satu ucapan jawabanku, satu huruf dari mulutku, akan mengakibatkan perkara-perkara baru, yang pasti menambah kebencian itu semakin mendalam, serta membuat keputusasaanku semakin terbenam oleh kegelapan.

Aku tidak pernah mengeluhkan semua itu kepada siapapun. Juga tidak mengeluh atau memohon pertolongan kepada Tuhan. Tetapi Allah yang maha pemurah menolongku tanpa kuminta. FirmanNya selalu tersedia: “Asal engkau jangan sampai menjadi Kafir”. Aku juga tidak bertanya maksud-Nya menjadi Kafir bagimana, sebab firman-Nya juga sangat terang benderang: “Janganlah berputus asa terhadap pertolongan Allah. Sesungguhnya siapa saja yang berputus asa terhadap pertolongan Allah, ia tergolong orang-orang Kafir”. 

Buku dan Merchandise