Algoritma Ruqyah

Sudah tiga bulan lebih dulur-dulur jamaah maiyah Tuban menahan rindu untuk tak berkumpul melaksanan rutinan bulanan seperti bagaimana biasanya. Kendati demikian sebisa mungkin jimat menjaga untuk tetap istiqomah sinau bareng itu, meskipun semua dilaksanakan terbatas secara online atau virtual.

Selama jeda 3 bulan berbagai kegiatan sosial “Nandur Nilai dan Katresnan” maupun kegiatan-kegiatan lain dilakukan secara mandiri ataupun dilakukan dilingkar-lingkar yang tersebar diberbagai titik kecamatan maupun desa.

Sejak bulan April dulur-dulur jamaah maiyah Tuban sinau untuk mengendapkan rasa, sinau untuk bertenggang rasa terhadap kahanan yang mendera hampir disemua lini kehidupan, sinau akan kesunyian dan ke”Hira’an”, dengan masing-masing tiap diri mengambil jarak untuk menenukan kembali titik Algortima diri secara utuh, yang kesemuanya diharapkan bisa meruqyah jiwa, merestart diri, mengenolkan hati, serta menjernihkan fikiran, dan kembali bisa bermuhasabah atas laku, baik laku sesama manusia maupun kepada Alam.

Akhirnya pada kesempatan pertengahan bulan Juli ini, Jimat Tuban kembali mengajak kepada semua jamaah untuk bermusyawarah sejenak dan bersama-sama kembali merumuskan apa-apa yang bisa dilakukan kedepan sebagai antisipasi untuk menghadapi kompleksitas yang tengah maupun yang akan terjadi.

Kembali merumuskan pola, dan lebih jauh lagi untuk bersama-sama mensimulasikan metodelogi sebagai kuda-kuda/bekal perjalanan, dan sambil terus menerus beristiqomah sinau bareng “Nandur, Poso dan Shodaqoh”.

Buku dan Merchandise