Adab

Kata adab adalah kata pungut dari bahasa Arab. Dalam bahasa aslinya, kata adab memiliki makna yang berkembang dari masa ke masa. Pada masa pra-Islam, kata adab yang berasal dari verba adaba ya’dibu: ‘amila ma’dubah bermakna “menyelenggarakan jamuan makan” atau dalam tradisi kita “mengundang kenduri”.

Dalam budaya Arab, mengundang makan bersama adalah simbol dari kedermawanan, dan kedermawanan adalah salah satu dari akhlak terpuji yang menjadi ciri penanda mereka. Pada masa permulaan Islam, kata adab masih identik dengan akhlak tapi dalam pengertian yang lebih luas. Terdapat verba addaba-yu’addibu-ta’diban artinya “mendidik dan membiasakan diri dengan berbagai kebiasaan yang baik dan perilaku yang berterima di tengah masyarakat”.

Pada masa Bani Umaiyah, diperluas maknanya menjadi pendidikan (ta’dib wa tahdzib) dan pengajaran (tatsqif). Pendidikan menyangkut akhlak sedangkan pengajaran meliputi baca-tulis, nasab, sejarah, dan kisah-kisah kepahlawanan nenek moyang. Pada masa Bani Abbas, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, makna adab juga mengalami perluasan yang signifikan. Muncul istilah adab an-nafs yang mencakup pendidikan akhlak dan pendidikan rasa keindahan (seni) dan adab ad-dars yang meliputi pengajaran segala macam ilmu pengetahuan.

Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan yang masuk dalam lingkup adab terbatas pada ilmu-ilmu kebahasaan (sharaf dan nahwu) dan ilmu-ilmu kesastraan (balaghah, natsr, dan syi’r). Memasuki masa baru, pengertian adab mengerucut pada dua makna, yaitu akhlak atau etika dan sastra.

Lockdown 309 Tahun