CakNun.com

Tunggu, Pameran Visual Novi Budianto

Beberapa hari belakangan jejeran sketsa itu tampak melengkapi semarak kemesraan di Rumah Maiyah. Sketsa-sketsa ini belum dipajang dengan penataan untuk dipandang secara artistik, tapi dia sudah di sana.

Di antara foto-foto Mbah Nun bersama alm. WS Rendra, foto monumental saat Banawa Sekar dan juga beberapa sari keilmuan dalam info grafis yang digantung di dinding, terdapat sketsa-sketsa hitam putih itu di situ, seperti duduk dengan tenang. Menunggu.

Sketsa-sketsa itu adalah karya Pak Nevi Budianto. Tentunya kita sudah kenal siapa beliau. Sahabat lama Mbah Nun sejak di era teater Dinasti, salah satu pendiri KiaiKanjeng sekaligus pencipta notasi Gamelan KiaiKanjeng, juga pemusik pada posisi utama pada Saron, Pak Nevi.

Sketsa-sketsa ini rencananya akan dipertunjukkan untuk umum pada “Pameran Visual” Novi Budianto pada 24-27 November 2019 ini di Rumah Maiyah Jalan Barokah 287 Kadipiro Yogyakarta.

Jika selama ini kita menyaksikan Pak Nevi di panggung Sinau Bareng dengan Saronnya, maka pameran visual ini adalah kesempatan kita untuk mengenal, merasai, menyelami, dan “mengalami” Pak Nevi dari pintu yang berbeda, yaitu Pak Nevi sebagai manusia bertalenta seni rupa dan visual.

Lainnya

Mentakjubi Ilham, Mengasah Pekewuh

Mentakjubi Ilham, Mengasah Pekewuh

Qul in ḍalaltu fa innamā aḍillu ‘alā nafsī, wa inihtadaitu fa bimā yụḥī ilayya rabbi

Adalah kutipan Surat Saba ayat 50 yang sering dijadikan doa penutup majelis oleh Mbah Nun.

Ku Tak Bisa Jauh darimu, Mbah

Ku Tak Bisa Jauh darimu, Mbah

Keberkahan bagi kami ketika dikabarkan Mbah Nun dalam waktu dekat akan hadir menyambangi anak-cucunya yang ada di Lampung.