Taqarrub dan Memohon Perlindungan

Berangkat dari sikap tawadlu’ dan sami’na wa atho’na pada dhawuh Mbah Nun, sekitar lima puluh orang jannatul maiyah simpul Damar Kedhaton semalam melingkar, melaksanakan Amar Maiyah. Bertempat di rumah salah seorang pegiat di tengah kota Gresik, ikhtiar khusus memohon perlindungan dan penyelamatan bagi segenap bangsa Indonesia dari kedhaliman dan penghinaan yang kejam-bodoh-jahil itu, digelar.

Sejak pukul 9 malam tanggal 25 April 2019 jamaah mulai berdatangan. Dari Panceng di ujung utara Gresik, hingga Driyorejo di ujung selatan Gresik, berkumpul jadi satu di tengah-tengah kota Gresik. Saling menautkan hati bersiap melakukan penghaturan doa. Atmosfer majelis yang terbentuk memang tak seperti biasanya. Masing-masing benak memang menyadari bahwa perintah untuk menghaturkan Doa Tahlukah dan Hizb Nashr pasti datang sebab situasi yang sedang khas, genting.

Sambil bergantian jamaah mengambil wudlu, sebagian jamaah menata-siapkan teks Doa Tahlukah dan Hizb Nashr. Ada juga yang sedang khusyu’membakar bukhur, dan menggilirkan minyak wangi. Majelis dibuka dengan penyampaian pesan oleh Cak Teguh. Tiga hari sebelumnya ia sowan Abah Hamim Ahmad. Diamanatkan agar diupayakan JM DK yang hadir minimal 40 orang, dan menata niat semurni mungkin sebelum menghaturkan doa. “Niatkan dalam pribadi masing-masing untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memohon perlindungan,” jelas Cak Teguh menyampaikan pesan Abah Hamim.

Setelah Mas Huda memimpin rangkaian washilah fatihah kepada Kanjeng Rasul, shohibul wirid, marja’maiyah, dan semua jalur pelaku hikmah, Cak Anam memandu jamaah melantunkan sholawat. Selain alfu salam, thibbil qulub dan beberapa sholawat yang akrab dilantunkan oleh JM, semalam juga dilantunkan bersama sholawat asyghil, sebagai wujud sambat dan penerjemaah amanah Mbah Nun di “Kun Madhluman wa la takun dhaliman”.

Kemudian jamaah berbarengan melafalkan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah”, mengiringi lantunan Doa Tahlukah yang dibaca oleh enam jamaah secara bergantian. Disambung kemudian pembacaan Hizb Nashr oleh Cak Syuaib dengan tetap diiringi lantunan kalimat tauhid oleh jamaah. Ditutup dengan ayat kursi dan doa ikhtitam, satu jam durasi penghaturan doa di momentum jumat legi telah tertunaikan.

Sabtu 27 April 2019, Damar Kedhaton menggenapi rutinan Telulikuran edisi ke 31 dan melaksanakan Amar Maiyah lagi, sebelum diskusi tematik dilakukan.

Buku Cak Nun