Talango, Kyai Kanjeng Hadir

(Liputan Singkat Sinau Bareng di Langgar Pondok Kiri Albelabeto, Talango, Sumenep, Madura, 26 Agustus 2019)

Nomor “Turi-Turi Putih” melantun ketika Maghrib telah menuntas. Para personel KiaiKanjeng menjalankan prosesi checksound dengan kadar keseriusan yang tidak berkurang sedikit pun walau baru saja melalui perjalanan dari Surabaya-Sumenep hingga ke Kecamatan Talango ini. Di mana pada malam harinya akan berjalan kembali gelar Sinau Bareng.

Untuk mencapai Talango ini perlu pula melalui penyeberangan air singkat sekitar 15 menit, menggunakan kapal kayu pada tengah hari yang terik di hari Senin 26 Agustus 2019 Masehi. Sedikit menyempatkan beristirahat, mengisi perut dan bebersih diri di rumah yang disediakan oleh panitia penyelenggara. Selepas shalat Maghrib KiaiKanjeng langsung menuju tempat ritual kegembiraan Sinau Bareng dengan diantarkan beberapa panitia dan segera mempresisikan segala detail.

Kita tahu, KiaiKanjeng adalah musik yang melayani dan dalam pelayanan kepada seluruh makhluk itu KiaiKanjeng sangat serius mempersiapkan segalanya. Perihal urusan teknis panggung, telah dipersiapkan dengan detail juga sebelumnya oleh tim Mas Very dan kawan-kawan. Sementara sound seperti biasa ditanggungjawabi oleh tim Pak Erfan dan kawan-kawan. Teamwork manajerial khilafah kemesraan ini sejatinya juga adalah ilmu sendiri. Energi dan semangat perlu manajemen yang matang agar dia tidak hanya jadi ledakan sekali kemudian tersudahi begitu saja.

Tanah di wilayah ini tampak tegas dan keras, angin selalu bertiup hangat, kadang membikin gerah. Tapi tetap nyaman karena kita belajar mengkhalifahi sensasi syukur.

Di lokasi, panggung utama telah berdiri dan background panggung jelas terbaca mengusung tema “Menggali Hikmah Isra’ Mi’raj” terasa ada kemerdekaan sendiri dari diangkatnya tema ini. Hari Isra’ Mi’raj menurut penanggalan modern yang kita anut secara nasional masih jauh jaraknya. Tapi warga Langgar Pondok Albelabeto ini mungkin merasa berdaulat dari kalender. Merdeka dari waktu. Merdeka dari ruang. Dalam Sinau Bareng, penekanan untuk merdeka dan berdaulat itu selalu kita asah. Menjadikannya keberdaulatan dan kebersenang-senangan yang disenangi oleh Allah Swt.

Buku Cak Nun