Tafakkur

Allah Swt memuji orang-orang yang melakukan tafakkur dalam surat Ali ‘Imran 191. Mereka yang selalu mengingat Allah dan mentafakkuri fenomena alam, akan sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Dengan kata lain, tafakkur meneguhkan iman.

Tafakkur memperkuat keyakinan akan keagungan dan kemahakuasaan Allah. Maka meluncurlah dari hati dan lisan mereka doa panjang, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka maka sungguh telah Engkau hinakan ia dan tidak seorang penolong pun bagi orang-orang yang zalim. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman. Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami, dengan perantaraan rasul-rasul Engkau, dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat, sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (Ali ‘Imran: 192-194).

Doa mereka itu direspons spontan oleh Allah dalam Ali ‘Imran 195: “Maka Tuhan mereka memperkenalkan permohonan mereka dengan berfirman ‘sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang yang beramal di antara kalian, baik laki-laki maupun perempuan“.

Buku Cak Nun