Tafakkur dan Kekeruhan

Sebulan Ramadlan adalah sela waktu di tengah zaman untuk kontemplasi bagi manusia. Tafakkur. Perenungan dan permenungan. Sudah kutuliskan 30 jalan menyelami kedalaman jiwa.

Tetapi di luar sana cuacanya mendung, suasana keruh. Hati pelaku puasa, hati muslim, manusia, warganegara, dikepung oleh titik-titik api.

Jiwa semua manusia mendambakan ketenteraman, muthmainnah, damai, penuh ukhuwah, persatuan kesatuan, keutuhan, almutahabbina fillah, potensialitas sorga.

Tapi syarat tercapainya kedamaian dan keutuhan adalah kejujuran, keadilan, fairness.

Tidak ada ketenteraman yang bisa dibangun dengan fondasi ketidakjujuran. Tidak ada kedamaian yang bisa tumbuh di tanah kelaliman. Tidak ada keutuhan bisa hidup di atmosfir kecurangan. Tidak ada ukhuwah berlangsung dalam ketidakadilan.

Siapapun engkau, apapun kehebatanmu, bernama apapun Negerimu, Capres 01, 02, 03 atau berapapun: rumus dasar itu berlaku, di bumi maupun di langit, dengan walat-nya.

Buku dan Merchandise