Sukarela dan Sungguh-Sungguh

Pada taraf kebersatuan dengan Tuhan, tidak lagi ada perbedaan antara subjek dan objek. Tak perlu lagi membedakan subjek yang menyembah dan objek yang disembah. Dalam tataran praktis, diri yang menyadari bahwa segala perbuatan dan tindakannya oleh dan untuk diri sendiri, akan lebih sukarela dan sungguh-sungguh dibandingkan dengan diri yang meyadari bahwa dia melakukan sesuatu untuk pihak di luar dirinya.

Buku Cak Nun Majalah Sabana