Sinau Laku Hidup Secara Malaikat

Urip Malaikatan dipilih menjadi dua kata yang melatarbelakangi Sinau Bareng malam ini di Majelis Masyarakat Maiyah Bangbang Wetan. Tema yang cukup unik dan memantik kuriositas jamaah. Mas Dedi asal Pasuruan ini misalnya, setelah tadi malam sinau manajemen dunia akhirat di Padhangmbulan, malam ini dia kembali hadir di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan akalnya akan rasa ingin tahu.

“Kayaknya pernah disinggung dulu, Mbak.” Begitu komentarnya, sama seperti yang diucapkan seorang jamaah putri di samping kanan saya.

Hanya saja, untuk apa dan bagaimana yang lebih jauh lagi, keduanya merasa masih perlu mendengarkan lagi uraian Mbah Nun.

Saat saya ngobrol dengan mereka, mereka sedang sama-sama menikmati suasana sinau bareng yang selalu dirindukan. Mereka bersiap sinau bersama jamaah yang lain untuk menangkap apa itu urip malaikatan.

Yang pasti, dalam pemahaman sementara mereka, urip malaikatan adalah tentang bagaimana menjalani hidup secara malaikat.

Bagaimana dan untuk apa meneladani malaikat, selengkapnya, mari sama-sama kita simak malam ini, di majelis ilmu yang menjadi penerang dari arah timur. BangbangWetan. (Hilwin Nisa’)

Buku Cak Nun