Semua Bendera Bebas Berkibar

“Ngobong menyan itu syirik, kalau niatmu adalah menuhankan yang selain Allah. Semua ada manfaatnya asal pada tempatnya”, ungkap Mbah Nun dan dilanjut dengan candaan “Yang jelas elek adalah nek ngobong ndasmu”, dan tawa mesra meledak dari para hadirin.

Sinau Bareng di Alun-Alun Banjar Negara pada malam hari ini, sangat terasa memang ditujukan oleh penyelenggaranya untuk menjunjung nilai-nilai kuhur yang ditabung oleh leluhur. Dari awal Mbah Nun mengajak para hadirin dan para jamaah untuk mengeja gelar-gelar leluhur.

Saat Medley Era dilantunkan, berbagai ekspresi tampak dari jamaah. Medley era membawa bentuk dari berbagai zaman dan lintas genre. Luapan penikmatnya juga berragam. Beberapa orang menyalakan flashlight handphone, beberapa yang lain mengibarkan bendera bercorak warna hijau. Rasanya semua bendera bebas berkibar di majelis Maiyah tanpa takut akan direndahkan, dibakar atau dihinakan. Karena di sini kita belajar untuk meletakkan segalanya pas sesuai pada tempatnya. Ayat yang digunakan oleh Mbah Nun adalah “Robbanaa maa khalaqta haadza bathila”.

Di Sinau Bareng kita bergembira, lepas berekspresi dan Mbah Nun tekankan ini adalah “Agar Indonesia lebih kreatif tapi juga lebih tentram”. (MZ Fadil)

Buku Cak Nun