Sapu Jagad

Mukadimah Maiyah Dusun Ambengan Juni 2019

Manusia adalah miniatur alam semesta. Apa yang terdapat di dunia ini sesungguhnya ada didalam diri manusia. Alam semesta yang mempunyai pusat-pusat energi dan materi, hal yang sama terdapat dalam tubuh manusia. Unsur-unsur yang terdapat didalam alam, ada dalam diri manusia. Zat yang terkandung dalam tubuh manusia berasal dari zat yang terdapat di alam. Mengandung unsur-unsur yang berasal dari tanah, air, udara, tumbuhan dan sinar matahari.

Alam semesta (makrokosmos) familiar disebut sebagai jagad besar atau jagad gede. Manusia (mikrokosmos) disebut sebagai alam kecil atau jagad cilik. Jagad cilik yang sejatinya lebih besar dari jagad gede. Sebab seluruh anasir alam terniscayakan di dalam diri manusia.

Antara jagad cilik dan jagad gede, terdapat saling keterkaitan. Kehidupan manusia akan dipengaruhi oleh alam dan kehidupan alam juga akan terpengaruh dengan keberadaan manusia. Kalau manusinya baik, keberlangsungan kelestarian alam akan terjaga dan berdaya guna bagi kehidupan manusia dan hayati lainnya. Kalau manusianya buruk, alam akan rusak, punah dan mendatangkan bala’ musibah.

Manusia wajib dan terus menerus mengasah kepekaan, ketelitian dan kewaskitaan dalam hakikat jagad ciliknya, yang output-nya kemaslhatan dalam mengelola jagat gede. Untuk mengativasi jagad cilik dan jagad gede ini, Tuhan menuntun manusia dengan doa yang sering disebut sebagai doa sapu jagad. “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).

Apakah hahikat kebaikan dunia? Harta melimpah, suami/istri tampan/cantik rupawan, bisnis sukses, rumah besar, kendaraan mewah, kesabaran, keikhlasan, kesyukuran dan lain sebagainya?

Lantas apa hakikat kebaikan akhirat? Apakah kebaikan akhirat artinya adalah surga. Sebab di akhirat manusia hanya ada dua pilihan, yakni surga dan neraka. Jika kebaikan akhirat adalah surga, maka kebaikan dunia harus otomatis menjadi penyebab bagi kebaikan akhirat. Maka ukuran-ukuran kebaikan dunia yang subjektif mesti diselaraskan dengan hakikat makna kebaikan akhirat.

Pada rutinan Maiyah Dusun Ambengan edisi 46 kali ini, tema Sapu Jagad diangkat sebagai kajian, untuk menemukan keseimbangan dan ketepatan-ketepatan baru yang lebih aplikatif di dalam jagat cilik dan jagat gede kita. Mari kita mengikhlaskan diri dan meluangkan waktu; Melingkar Sinau dan Bergembira Bersama pada Hari Sabtu, 15 Juni 2019 Pukul 20.00 WIB di Rumah Hati Lampung Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur.

Buku Cak Nun