Proses Menjadi

Kepekaan spiritual dan kepekaan sosial yang merupakan perwujudan dari ketakwaan itu bertingkat-tingkat atau berbeda-beda di antara kita yang sama-sama mengikuti diklat Ramadlan, karena perbedaan intensitas dalam mengikuti diklat dan faktor-faktor lain tak terhingga. Tapi lebih dari itu, yang harus kita sadari adalah bahwa bertakwa itu merupakan proses menjadi (becoming) yang harus dicapai melalui jalan pendakian spiritual yang terjal. Oleh karena itu, Al-Qur`an menggunakan fi’il mudlari’ (la’allakum tattaqun), verba present tense, bukan isim atau nomina muttaqun, untuk menunjukkan bahwa bertakwa itu sebuah proses dinamis.

Buku Cak Nun